1. HOME
  2.   »  
  3. ENTERTAINMENT

Jadi Google Doodle, Daeng Soetigna Buat Angklung Naik Kelas

Mia Vita Della | 13 Mei 2016 16:30
Google membuat doodle Daeng Soetigna hari ini. Siapakah gerangan Daeng Soetigna?

Muvila.com – Halaman utama Google hari ini, Jumat, 13 Mei 2016, menampilkan doodle seorang lelaki yang sedang bermain alat musik tradisional angklung bersama dua anak kecil. Lelaki berkacamata itu tak lain adalah Daeng Soetigna. Doodle itu dipajang untuk menandai hari ulang tahun Daeng yang ke-108. 

Daeng dikenal sebagai pencipta angklung diatonis di kalangan pemusik Tanah Air. Semasa hidupnya, ia aktif menggelar pemetasan orkes angklung di berbagai penjuru wilayah Indonesia. Bahkan, karyanya berhasil mendobrak tradisi. Ia mampu membuat alat musik tradisional memainkan musik-musik internasional.

Pria berketurunan bangsawan ini memulai kariernya sebagai seorang guru di Schakelschool Cianjur pada tahun 1928. Setelah 36 tahun mengabdi sebagai pegawai negeri sipil, Pak Daeng pensiun dan mulai aktif mengembangkan angklung. Ia mencoba memodifikasi angklung yang tadinya memiliki tangga nada pentatonis (5 nada) menjadi diatonis (7 nada). Karya terbesarnya itu lanjut diberi nama Angklung Padaeng.

Dalam menciptakan angklung Padaeng ini, pria kelahiran Garut ini awalnya terinspirasi dari seorang pengemis tua yang memainkan lagu "Cis kacang Buncis" dengan angklung tradisional.
Setelah melihat permainannya, Daeng menjadi tergiur membeli angklung untuk dijadikan sebagai alat mengajar seni musik, menggantikan alat seperti mandolin dan biola yang saat itu sangat mahal. Ia masih aktif mengajarkan angklung kepada sekelompok anak Sekolah Dasar. 

Sembari itu, ia belajar bikin angklung dari Pak Djaja, empu pembuat angklung yang sudah sepuh saat itu. Sejak itu, ia berpikir untuk membuat angklung bernada diatonis. Dengan sedikit informasi soal bambu yang mampu mengeluarkan nada merdu dari petani bernama Wangsa, angklung dengan tangga nada diatonis itu pun akhirnya terwujud. Dengan angklung itu, ia dapat memainkan berbagai musik internasional dan juga menyusun puluhan lagu angklung. 

Nama Daeng Soetigna pun semakin dikenal di kalangan pemusik Tanah Air. Perjuangannya mengangkat musik angklung dari kelas rendahan ke kelas papan atas ini membuat Pak Daeng memperoleh berbagai penghargaan, termasuk Satya Lencana Kebudayaan dari Presiden RI. Beliau wafat pada 8 April 1984. Segala prestasi dan jasa-jasanya selalu dikenang hingga kini. 

Read More

Editor's Pick

Comment

Latest News