1. HOME
  2.   »  
  3. ENTERTAINMENT

The Rolling Stones Tak Izinkan Lagunya Dipakai Donald Trump

Mia Vita Della | 9 Mei 2016 12:00
Copyright: WENN
The Rolling Stones tidak pernah memberikan izin kepada Donald Trump untuk menggunakan lagu mereka pada kampanye politikTrump.

Muvila.com – Band rock terkenal The Rolling Stones menjadi musisi terakhir yang melarang Donald Trump untuk menggunakan musik mereka di kampanyenya. Band Inggris yang dibentuk di tahun 1962 itu telah menyatakan keberatannya atas penggunaan lagu mereka, "You Can't Always Get What You Want", dalam kampanye Donald Trump untuk menjadi calon presiden Amerika Serikat (AS) dari Partai Republik.

"The Rolling Stones tidak pernah memberikan izin kepada kampanye Trump untuk menggunakan lagu mereka dan telah meminta mereka untuk menghentikannya," ujar perwakilan The Rolling Stones dalam pernyataan resmi kepada awak media.

Menanggapi keberatan tersebut, kandidat calon presiden AS itu mengatakan kepada CNBC, "Saya tidak ada masalah dengan itu. Saya suka Mick Jagger."

Jagger dan anggota The Rolling Stones bergabung dengan sejumlah musisi tenar, seperti Adele, Neil Young, dan Michael Stipe dari R.E.M. yang melarang penggunaan lagu-lagu mereka untuk kampanye Donald Trump. Steven Tyler dari Aerosmith juga pernah mengultimatum politikus Partai Republik ini agar menyetop penggunaan lagu "Dream On" untuk kepentingan kampanye.

Namun, tak semua musisi menolak lagunya digunakan oleh Trump. Salah satunya adalah vokalis Twisted Sister, Dee Snider, memperbolehkan lagu band-nya yang berjudul "We're Not Gonna Take It".

Musisi yang pernah muncul di The Celebrity Apprentice menjelaskan alasannya kepada Entertainment Weekly, "Trump dan Bernie Sanders--kandidat calon presiden dari Partai Demokrat--adalah dua orang yang ekstrem. Mereka membuat keonaran dan menggetarkan segalanya. Itulah yang diceritakan dalam lagu 'We're Not Gonna Take It'," tukasnya.  

Read More

Editor's Pick

Comment

Latest News