1. HOME
  2.   »  
  3. FILM
  4.   »  
  5. ARTIKEL FILM

14 Tahun LDR Ala Eiffel Im in Love 2

Tim Editor | 28 Februari 2018 07:00
Copyright: © kapanlagi
Empat belas tahun lamanya, Tita menjalani LDR dengan Adit yang terpisah jauh antara Jakarta dan Paris.

Muvila.com – Penulis: Iwan Tantomi

Bagi sebagian orang menjalani hubungan romansa jarak tahu atau long distance relationship (LDR) susah-susah gampang. Tak sedikit yang berakhir dengan perpisahan. Namun, ada pula yang akhirnya beranjak ke pelaminan. Setahun, dua tahun, mungkin masih wajar. Lantas, bagaimana akhirnya jika sebuah LDR berlangsung selama 14 tahun?

Setidaknya itulah yang terjadi dalam film Eiffel Im in Love 2. Film yang dibuat 14 tahun silam ini memang kembali menggambarkan drama percintaan antara Tita (Shandy Aulia) dan Adit (Samuel Rizal). Empat belas tahun lamanya, Tita menjalani LDR dengan Adit yang terpisah jauh antara Jakarta dan Paris.

Hal itu pun akhirnya menimbulkan banyak tanda tanya ala zaman milenial. Termasuk pertanyaan, “Kapan kamu nikah?” turut diterima Tita terlebih setelah ia menjadi bridesmaid pada pernikahan sahabatnya. Hal itu pun membuat Tita ingin segara dilamar, saat berjumpa dengan Adit.

© wowkeren

Menariknya, akting dan chemistry Tita dan Adit masih sama sejak film pertamanya dibuat. Ada perasaan manja, cheesy, galak juga egois yang mewarnai mood sepanjang film Eiffel Im in Love 2. Hanya LDR yang berlangsung lama rasanya belum mampu membuat kedua karakter utama dewasa secara watak dan pemikiran.

Selain itu, plot twist yang dihadirkan juga terasa semakin membuat penonton betah menikmati film ini, dengan dukungan para pemain pembantunya. Misalnya saja Uni (Saphira Indah) dan Adam (Martino Lio). Keduanya berakting cukup natural. Begitu halnya dengan aktor kawakan, seperti Helmy Yahya, Tommy Kurniawan juga Hilda Arifin, mampu berperan meyakinkan sebagai keluarga Tita.

Film ini pun kian menarik sebagai pengobat rindu nostalgia keromantisan Tita dan Adit, saat Rizal Mantovani berhasil membuat warna pastel sebagai tone­ dalam sinemotografi film. Belum lagi suguhan lanskap kota Paris yang mampu dieksplorasi secara detail dan khas, seperti jalan, lengkap dengan dialog berbahasa Perancis.

Nyatanya, hal itu pun mampu membuat sekuel kedua Eiffel Im in Love ini mampu menyambung cerita sebelumnya secara pas. Cukup pantas jika disebut sebagai film nostalgia. Terlebih jika dibandingkan dengan sekuel film lainnya.

Read More

Editor's Pick

Comment

Latest News