1. HOME
  2.   »  
  3. FILM
  4.   »  
  5. ARTIKEL FILM

Adinia Wirasti: Awalnya Nothing to Lose, kemudian Gonjang-Ganjing

Angga Rulianto | 21 Maret 2016 15:00
Video Muvila Roundtable with AADC episode ketiga ini perlihatkan pengalaman buruk saat pemain AADC saat datang kota Bandung.

Muvila.com – Ketika perfilman Indonesia mulai menggeliat lagi pada akhir tahun 1990-an dan awal 2000-an, kalangan remaja pada umuimnya belum merasakan geliat tersebut. Sampai akhirnya muncul film Ada Apa Dengan Cinta? (AADC) garapan sutradara Rudi Soedjarwo yang dibintangi Dian Sastrowardoyo, Nicholas Saputra, Ladya Cheryl, Titi Kamal, Sissy Prescillia, Adinia Wirasti. 

Film produksi Miles Films ini meledak di box office. Antrean di depan loket bioskop mengular. Para penontonnya kebanyakan kalangan remaja maupun orang-orang awal usia 20 tahunan. Akhirnya, menurut produser Mira Lesmana, film AADC meraih total jumlah penonton sampai lebih dari 2,7 juta orang. Jumlah tersebut tergolong amat besar pada tahun 2002. 

Selain jadi fenomena secara box office dan kembali mempopulerkan puisi, dampak dari larisnya film AADC tentu saja berlaku pada diri setiap pemainnya, yang kebanyakan masiih berusia remaja. Bahkan, Adinia Wirasti sampai bilang, “Gonjang-ganjing hehe,” yang merujuk pada popularitas yang diterima secara mendadak olehnya dan juga para pemain AADC lainnya. 

Asti, panggilan akrab Adinia, mengaku tak menyangka film AADC bisa sesukses itu. Dia sendiri sebenarnya tak terlalu ambisius dalam ikuti casting film AADC saat itu. “Pada waktu itu sih, dipanggil casting hayuk, nggak ya udah, Nothing to lose juga,” ungkap Asti, yang kemudian mendapatkan peran Karmen dalam film AADC. Setelah itu, Asti jadi terkenal, seperti halnya juga Dian, Ladya, Titi dan Sissy. Sampai-sampai nama Karmen juga menjadi citra diri yang khas pada diri Asti. 

Kondisi ini mengagetkan Asti, terlebih lagi dia merupakan pemain termuda dalam produksi AADC pertama. “Aku lebih kecil lagi, masih SMP,” ujar Asti. Memperkuat omongan rekannya itu, Nicholas Saputra menambahkan, “Masih 13 tahun.” Karena berusia masih muda, saat ikuti casting, Asti pun tak kepikiran untuk membayangkan tentang pontesi film AADC untuk merugi.

Dampak dari popularitas besar yang diterima dadakan oleh para narasumber ini juga membuat mereka mendatangi kota Bandung yang seharusnya untuk ikuti ajang meet and greet. Akan tetapi, rencana tinggal rencana. Kenapa? 

Jawabannya ada di video episode ketiga Muvila Roundtable with AADC di bawah. Jangan lupakan menonton lima video episode berikutnya yang akan tayang pada 23 dan 25 Maret ini. Muvila Roundtable with AADC supported by Magnum ini dibuat untuk menyambut perilisan sekuel film AADC dan juga mengulik lebih akrab dan mendalam soal fenomena film AADC.

 

Read More

Editor's Pick

Comment

Latest News