1. HOME
  2.   »  
  3. FILM
  4.   »  
  5. ARTIKEL FILM

Fakta dan Fiksi dalam Penyelamatan Kapal Karam The Finest Hours

Muhammad Rizal Fikri | 1 Februari 2016 12:00
Situs Time menjelaskan mana saja hal-hal yang faktual dan fiktif dari film The Finest Hours.

Muvila.com – Ada hal-hal yang fiktif maupun faktual dalam setiap film yang merupakan hasil adaptasi dari kisah nyata, tak terkecuali The Finest Hours. Film garapan sutradara Craig Gillespie yang dibintangi oleh Chris Pine dan Casey Affleck ini mengisahkan soal tindakan penyelamatan beresiko tinggi yang dilakukan oleh tim penjaga pantai terhadap kru kapal tanker yang karam karena badai di tahun 1952.

Cerita film ini bukanlah sebuah rekaan semata, tetapi diadaptasi dari novel The Finest Hours: The True Story of the U.S. Coast Guard's Most Daring Sea Rescue karya Michael J. Tougias. Novel itu sendiri diangkat dari sebuah kisah nyata. Tak pelak, filmnya pun juga berusaha untuk menggambarkan kisah tersebut semirip mungkin dengan kejadian aslinya.

Toh walau begitu, melansir Time, film The Finest Hours tetap membuat dramatisasi dalam penuturan kisahnya. Walhasil, demi kepentingan dramatisasi ini, ada beberapa poin dalam filmnya yang sebagian atau malah sepenuhnya fiktif. Nah, mana saja bagian dalam filmnya yang benar-benar faktual, separuh benar, ataupun sepenuhnya fiktif?

Mengutip Time, Muvila coba jelaskan untuk Muvilaz semua. (Peringatan, penjelasan berikut mengandung spoiler, red)

FAKTA: Kapal tanker Pendleton terbelah menjadi dua karena sebelumnya sudah ada retakan di bagian bawah tubuh kapal tanker tersebut.

Kapal tanker Pendleton telah mengalami tiga benturan di tahun 1951, setahun sebelum badai menenggelamkannya. Meskipun kapal ini tidak mengalami perbaikan yang menyeluruh, tapi pada Januari 1952, kapal ini lolos inspeksi dan tetap bisa digunakan berlajar. Kru kapal tidak menyadari kerusakan ini hingga seorang kru, Chris Bridges. melihat retakan tersebut sudah sangat parah. Kapten John J. Fitzgerald dan tujuh krunya lalu turun ke bagian bawah kapal untuk memeriksanya. Kondisi itu menjadikan Ray Sybert (Casey Affleck) sebagai kapten sementara Pendleton.

FAKTA: Setelah menyiapkan kapal penyelamat di dermaga, Bernie (Chris Pine) diberi tugas oleh Daniel Cluff (Eric Bana), pemimpin pos keselamatan Catham Station, untuk memilih tiga kru demi lakukan misinya, dan dia mendapat tiga sukarelawan.

Dalam filmnya juga diceritakan bahwa Mel Gouthro (Beau Knapp), sahabat Bernie, langsung maju sebagai relawan, tetapi semua orang di pos penyelamatan setuju bahwa Mel tidak terlalu fit untuk ikut menyelamatkan Pendleton. Akhirnya, Bernie mendapat tiga sukarelawan, yakni Richard (Ben Foster), Fitz (Kyle Gallner), dan Ervin (John Margaro). Mereka belum pernah berlatih bersama, dan Bernie menjadi yang tertua di antara mereka dengan usia 24 tahun.

FIKTIF: Bernie dan Miriam (Holliday Grainger) diceritakan sedang dalam momen-momen persiapan pertunangan saat bersiap untuk melakukan penyelamatan Pendleton.

Perihal ini, skenario film The Finest Hours tak memakai fakta yang terjadi antara kedua karakter tersebut. Bernie dan Miriam sebenarnya telah menikah selama lebih dari 1,5 tahun pada Februari 1952.

FAKTA: Stasiun Penyelamat Catham adalah satu-satunya stasiun penyelamat yang bisa menyelamatkan kapal tanker Pendleton saat badai berlangsung. Hal ini karena tim penyelamat dari Boston dan Nantucket telah mengirimkan seluruh kru penyelamatnya untuk kasus kapal tanker yang karam beberapa saat sebelum Pendleton tenggelam.

Sebuah kapal tanker bernama Fort Mercer mengalami kejadian nahas yang sama dengan Pendleton. Namun, hanya empat kru kapal Fort Mercer yang berhasil diselamatkan.

FAKTA: Salah satu bagian paling berbahaya dalam proses penyelamatan tersebut adalah melewati sebuah area yang disebut sebagai Catham Bar.

Catham Bar disebut-sebut mampu membalikkan kapal kecil dengan ombak-ombaknya di cuaca normal. Bahkan, area ini disebut sebagai 'Kuburan Atlantik', karena sudah lebih dari 3.000 kapal tenggelam di area tersebut selama beberapa abad terakhir.

SEBAGIAN BESAR FIKTIF: George Myers, yang diperankan Abraham Benrubi, adalah koki kapal Pendleton yang bertubuh tambun (lebih dari 130 kilogram). Dalam filmnya, Myers diceritakan tewas akibat jatuh ke laut dan tubuhnya terbentur kapal Pendleton.

Faktanya memang Myers menjadi satu-satunya kru Pendleton yang meninggal dalam kejadian tersebut, tetapi penyebab Myers meninggal tak seperti yang diceritakan filmnya. Peristiwa sebenarnya adalah Myers tak sengaja menjatuhkan tangga penyelamat ke laut. Saat kru dan tim penyelamat lain hendak memindahkan Myers dari Pendleton ke kapal penyelamat, ia terjatuh ke laut dan digulung gelombang laut. Myers sempat didekati kapal penyelamat, tetapi besarnya gelombang membuat kapal penyelamat kehilangan kendali dan malah menabrak Myers.

Itulah beberapa sisi faktual dan fiktif dari film The Finest Hours. Film ini sudah bisa disaksikan di berbagai bioskop di Indonesia.

 

Read More

Editor's Pick

Comment

Latest News