1. HOME
  2.   »  
  3. FILM
  4.   »  
  5. ARTIKEL FILM

Arkipel Putar Film Dokumenter & Eksperimental dari 29 Negara

Angga Rulianto | 23 Agustus 2013 17:04
Festival film Arkipel ini 75 film dokumenter dan eksperimental terbaik, baik klasik maupun kontemporer, dari 29 negara.

BUKAN FILM DOKUMENTER ALA DOKUMENTER TELEVISI

Film dokumenter yang lolos proses kurasi dan diputar di Arkipel sendiri memang bukan seperti yang selama ini kita saksikan di tayangan televisi. Menurut Hafiz Rancajale, Direktur Artistik Festival, "Film dokumenter yang dimaksud Forum Lenteng adalah film dokumenter yang merujuk pada bahasa film yang berlaku dalam tradisi sinema," ungkap Hafiz.

Soalnya, dijelaskan Hafiz, dalam tradisi sinema film dokumenter juga bisa memuat drama, konflik, imajinasi, dan ruang kritik bagi penonton. Muatan-muatan itu tak lepas dari eksperimentasi bahasa sinema yang dilakukan sutradara ketika mengemas realita.

Film River and My Father karya Luo Li diboyong oleh Images Festival untuk diputar di Arkipel.

Sedangkan film-film eksperimental yang diputar dalam Arkipel adalah yang memuat eksperimentasi medium dan konten untuk menghadirkan kebaruan secara estetika. Hal ini merujuk pada sejarah sinema avant-garde dalam sejarah sinema dunia.

"Eksperimentasi di sini, bukan hanya dalam konteks filmnya saja, namun juga bagaimana film digunakan dalam tindakan yang mengaktivasi persoalan-persoalan sosial kebudayaan di ranah publik," tambah Hafiz.

Di Indonesia, rekam jejak tentang upaya eksperimentasi dalam film sebetulnya sudah dilakukan oleh sineas-sineas lawas legendaris. Dua di antaranya adalah Usmar Ismail dan David Albert Peransi alias D.A Peransi

 

--Dari mana asal kata Arkipel? Lihat di halaman tiga--

Read More

Editor's Pick

Comment

Latest News