1. HOME
  2.   »  
  3. FILM
  4.   »  
  5. ARTIKEL FILM

Bagaimana Bisa Kingsman: The Secret Service Merajai Korea Selatan?

Angga Rulianto | 29 Maret 2015 11:00
Copyright: Muvila
Film action-komedi mata-mata Kingsman: The Secret Service juga populerkan lagi jas model lawas dan mencetak rekor box office di Korea Selatan.

Muvila.com – Film Kingsman: The Secret Service benar-benar menunjukkan tajinya di Korea Selatan. Film action-komedi spionase ala James Bond dengan gaya yang lebih brutal garapan sutradara Matthew Vaughn ini bukan cuma laris manis di negeri ginseng tersebut. Akan tetapi, kesuksesan Kingsman: The Secret Service ternyata juga meroketkan penjualan jas model konvensional, yakni jas kancing dua baris alias double-breasted suit seperti yang dikenakan dua tokoh utamanya, Harry Hart (Colin Firth) maupun Eggsy (Taron Egerton). 

Pada bulan lalu saja, jaringan departement store di Korea Selatan, AK Plaza, mencatat adanya peningkatan penjualan jas double-breasted hingga 64 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun 2014. Malahan, seperti dilansir laman The Chosun Ilbo, toko online AK Mall juga menjual berhasil jas model kancing dua baris tersebut lebih banyak, yakni 38 persen. Apa yang menyebabkan kondisi ini terjadi? 

Menurut situs Cinema Blend, prediksi terkuat soal penyebabnya adalah kombinasi antara desain fashion yang high-concept dengan visual warna-warni diterapkan dalam sinematografi film Kingsman: The Secret Service. Kombinasi tersebut rupanya disukai para penonton dari kalangan generasi muda Korea Selatan. Tak usah heran. Lihat saja penampilan para bintang K-pop—yang jadi idola dan acuan cita-cita para generasi muda Korea sekarang—di  atas panggung konser mereka, penuh warna bukan? 

Lagi pula, faktor Matthew Vaughn juga diyakini memegang peranan besar, karena banyak penonton di Korea Selatan yang menyukai gaya penyutradaraan Vaughn dalam setiap filmnya. Sebab, jika melihat data box office, film-film Matthew Vaughn sebelumnya juga meraih sukses besar di Korea Selatan. 

Sebut saja X-Men: First Class (2011) yang mendulang pendapatan sekitar 18 juta dolar AS, lebih besar daripada Jepang yang meraih 7 juta dolar AS, bahkan box office di Australia yang mencapai sekitar 15 juta dolar. Atau, Kick-Ass (2010) yang meraih lebih dari 1 juta dolar AS di Korea Selatan. Padahal, raihan box office film tersebut di negara Asia lainnya terbilang seret dan tak ada yang mencapai 1 juta dolar AS. 

Data box office tentang film-film Matthew Vaughn di Korea Selatan tersebut pada akhirnya melebarkan pengaruh film Kingsman: The Secret Service bukan cuma sebatas penjualan jas double-breasted saja. Namun, dampaknya terkait erat dengan realitas sosial dan psikologis masyarakat yang tengah terjadi di sana. 

Untuk melihat kaitan itu, mari amati data box office film Kingsman: The Secret Service yang mencetak sukses di pasar Korea Selatan, bahkan menjadi film impor dengan rating R (memuat adegan untuk penonton dewasa, kata-kata kasar, aksi kekerasan, ketelanjangan, seks hingga penggunaan obat-obat terlarang, red) paling laris yang pernah diedarkan di Korea Selatan. Sebelumnya, rekor tersebut dipegang oleh film 300 karya Zack Snyder yang meraih sekitar 19,9 juta dolar AS ketika dirilis pada tahun 2007. 

Nah, penjualan tiket bioskop Kingsman: The Secret Service di Korea Selatan sendiri menyumbangkan angka 39,4 juta dolar AS dari total pendapatannya yang sebesar 298,9 juta dolar AS, menurut data Box Office Mojo. Inilah angka box office film Kingsman: The Secret Service yang terbesar di sebuah negara untuk peredaran secara global. Di Inggris saja yang menjadi latar cerita film ini, angka box office-nya hanya sebesar 24 juta dolar AS. 

Perlu diketahui, iklim bisnis perfilman Korea Selatan sendiri memang sedang kinclong. Pada tahun 2014, box office domestik mencatat rekor tertinggi dengan mencapai 1,8 miliar dolar AS, meningkat 7,3 persen dari tahun 2013.

Adapun dari sektor eksebisi, data dari buku Focus on Asia: An introduction of Current Asian Film Industry terbitan AFCI Cineposium tahun 2013, menunjukkan bahwa ada 2.081 layar bioskop di Korea Selatan dan jumlah penduduknya sebanyak sekitar 50,9 juta orang (menurut data sensus per Januari 2013). Nah, dari jumlah layar bioskop tersebut, rupanya kepemilikannya didominasi oleh tiga jaringan perusahan bioskop besar, yakni CJ E&M, Lotte Entertainment dan Megabox, dengan persentase 89 persen. 

Namun, lagi-lagi pertanyaannya, apa yang membuat Kingsman bisa sukses di Korea Selatan? Terutama jika dikaitkan dengan kondisi sosial dan psikologis masyarakat Korea Selatan terkini. Tom Oh, salah satu petinggi 20th Century Fox sebagai distributor Kingsman: The Secret Service, mempunyai jawabannya. Menurut Tom, seperti dikutip The Wrap, film yang diadaptasi komik The Secret Service karya Dave Gibbons dan Mark Millar ini beredar di Korea Selatan di momen yang tepat. 

Yakni, ketika tengah muncul kekecewaan dan sentimen besar dalam masyarakat Korea Selatan terhadap para politikus, para anggota keluarga konglomerat dan pemegang kekuasaan di pemerintahan. Misalnya saja, saat Cho Hyun-ah, salah satu bos maskapai Korean Air, berbuat kasar kepada pramugari dan memaksa pilot pesawat untuk tidak jadi terbang agar ia bisa mendamprat pegawainya pada Desember tahun lalu. Peristiwa tersebut jadi omongan masyarakat dan media-media di Korea, sehingga menyebabkan Cho mundur dari jabatannya dan dibui. 

"Ada banyak kasus di mana orang-orang kaya menyalahgunakan wewenang dan kekuasannya dan melecehkan masyarakat yang tingkat ekonominya lebih rendah daripada mereka. Kami pun memutuskan untuk memanfaatkan situasi tersebut dengan membuat tiga video yang menampilkan peristiwa-peristiwa yang mirip kejadian tersebut untuk mempromosikan film ini," jelas Tom. 

Video-video yang notabene merupakan trik marketing itu lalu menyebar cepat secara viral, bahkan sampai muncul dan diparodikan dalam acara bincang-bincang populer di televisi. Walhasil, video-video dengan ber-tagline "Inilah sebuah era baru film-film spionase. Apakah Anda siap untuk bersenang-senang?" itu langsung mengena di penonton Korea Selatan.

Begitu pula akhirnya film Kingsman: The Secret Service, yang kisahnya tentang seorang anak muda pengangguran dari kelas ekonomi bawah, Eggsy, yang direkrut oleh agen rahasia Harry Hart. Film Kingsman juga menampilkan keegoisan para masyarakat super-kaya di dunia, sebuah gambaran yang mirip dengan situasi yang belum lama ini terjadi di Korea Selatan.

"Semua elemen itu kemudian bersatu untuk menciptakan sebuah hit yang sangat besar," ujar Tom Oh.

Read More

Editor's Pick

Comment

Latest News