1. HOME
  2.   »  
  3. FILM
  4.   »  
  5. ARTIKEL FILM

Bahasa AADC Sangat Kuat dan Konstruksi Kata-kata Puitis

Angga Rulianto | 21 Maret 2016 13:00
Tonton video episode pertama Muvila Roundtable with AADC yang membahas tentang peran puisi dalam kisah film AADC 2.

Muvila.com – Ada satu hal yang tidak bisa lepas dari film Ada Apa Dengan Cinta? (AADC) yang dirilis pada Februari 2002. Dia adalah puisi. Karya sastra satu ini adalah pengikat banyak elemen dalam film AADC, mulai dari cerita, karakter, hingga artistik. Berkat puisi, Cinta (Dian Sastrowardoyo) dan Rangga (Nicholas Saputra) bertemu untuk pertama kalinya pada 14 tahun lalu. Puisi pula yang menjadi salam perpisahan sekaligus janji Rangga untuk kembali kepada Cinta di penghujung film AADC. 

Gara-gara puisi dari film AADC pula, banyak anak-anak muda kala itu yang merasa gagah dengan membaca puisi. Ya, pada akhirnya, AADC bukan cuma berhasil ditonton oleh 2,7 juta orang, tapi membuat puisi menemukan lagi pembaca-pembaca barunya, dan menghidupkan mereka melalui kekuatan bahasa dalam puisi. Salah satu orang yang terkena dampak puisi dari film AADC itu adalah M. Aan Mansyur, penyair muda asal Makassar. 

Di mata Aan, film AADC memiliki peran besar dalam membuat wajah puisi Indonesia sekarang. "Kita nggak membayangkan anak-anak muda bawa-bawa buku puisi, baca puisi. Terlibat di sini (AADC 2) sekarang artinya membuat saya sebagai orang yang menulis puisi bisa lebih percaya diri,” ujar Aan pada akhir tahun lalu. Aan lah yang menulis 31 puisi untuk tokoh Rangga dalam film AADC 2 akan tayang di bioskop pada 28 April nanti, dan puisi-puisi itu akan terbit dalam buku Tidak Ada New York Hari Ini

Aan juga menyatakan, puisi-puisi karangannya untuk AADC 2 bisa menimbulkan paradoks. "Saya membayangkan orang-orang yang membaca puisi ini adalah orang-orang yang dekat tapi jauh sekali. Penuh paradoks-paradoks seperti itu si puisi ini. Bahwa yang dekat menjadi jauh, yang jauh menjadi terasa dekat. Seperti mendapatkan surat dari orang yang begitu kita rindukan sekaligus kita benci,” katanya. 

Saat mendengar perkataan Aan di atas itu, para narasumber Muvila Roundtable with AADC supported by Magnum tersenyum simpul, dan ada pula yang terkekeh, seperti Dian Sastrowardoyo, Nicholas Saputra, dan Riri Riza (sutradara AADC 2). Bahkan, sambil tertawa, Mira Lesmana, produser AADC 2 ini, spontan berkata, “He is a poet.” Lalu, Adinia Wirasti (pemeran Karmen) mengucapkan, “Dia diwawancara aja (puitis) gitu.”

Ya, mereka kompak mengagumi dan mengakui kekuatan Aan dalam berbahasa, terutama lewat puisi. Lalu, sebesar apa peranan puisi dalam jalinan kisah AADC 2? Di sini, Riri Riza menjelaskan, “Film sinema itu seperti kayak konstruksi sebuah kata-kata, tapi yang puitis. Dan ketika menonton AADC, yang kita ingat itu. Dan mungkin ini alasan kenapa banyak orang yang tertarik bahasa, tertarik atau suka pada AADC, karena bahasa sangat kuat.”

Apa lagi yang dikatakan para narasumber Muvila Roundtable yang ketiga ini? Tonton video episode pertamanya di bawah. Tonton juga dua episode video Muvila Roundtable with AADC lainnya yang tayang hari ini. Sedangkan lima episode berikutnya akan tayang pada 23 dan 25 Maret ini. Muvila Roundtable with AADC supported by Magnum ini dibuat untuk menyambut perilisan sekuel film AADC dan juga mengulik lebih akrab dan mendalam soal fenomena film AADC.

Read More

Editor's Pick

Comment

Latest News