1. HOME
  2.   »  
  3. FILM
  4.   »  
  5. ARTIKEL FILM

Black Panther, Representasi Marvel untuk Afrika

Tim Editor | 21 Februari 2018 19:19
Copyright: © variety
Kisah Black Panther ini sendiri sebenarnya kelanjutan dari Captain America: Civil War.

Muvila.com – Penulis: Iwan Tantomi

Dunia Marvel kembali dihebohkan dengan seri terbaru dari karakter mereka. Tak tanggung-tanggung, film ini pun dibikin berbeda sedemikian rupa, bahkan termasuk para pemainnya. Adalah Black Panther, film besutan Marvel Cinematic Universe yang sudah lama ditunggu para penggemarnya.

Kisah Black Panther ini sendiri sebenarnya kelanjutan dari Captain America: Civil War. Di film tersebut, karakter Black Panther sempat ditampilkan. Penobatannya sebagai raja Wakanda pun jelas ditampilkan dalam seri ketiga dari Captain America tersebut.

Dalam film Black Panther, Wakanda digambarkan sebagai negeri di Afrika yang terkenal dengan Vibraniumnya. Teknologi di Wakanda sangat maju, bahkan melebihi teknologi besutan Tony Stark. Sisi unik lainnya, T’Challa raja Wakanda, bahkan memiliki kekayaan dibandingkan sang Iron Man. Mencengangkan sekali, bukan?

© cgtn

Lewat film Black Panther ini pun, penonton diajak berimajinasi terhadap wajah Afrika, yang mungkin jauh dari realitasnya. Namun, menariknya sinematografi film yang disutradarai Ryan Coogler ini begitu keren, dengan koreografi yang mengagumkan.

Selain itu, dengan menempatkan Wakanda di lokasi yang tersembunyi, membuat beberapa orang akhirnya berpikir dan menduga tentang benar tidaknya tempat semacam itu di Afrika. Wajar, jika dalam film disebutkan jika Wakanda memang tidak diketahui keberadaannya di dunia.

Hanya kerahasiaan Wakanda tak bertahan lama, setelah Ulysses Klaue (Andy Serkis) mengetahui keberadaannya. Sebagai informasi, Ulysses Klaue adalah bandar Vibranium yang dikisahkan dalam film Age of Ultron. Ia berencana ingin mencuri Vibranium dari Wakanda.

Di sisi lain, perselisihan internal juga terjadi di dalam keluarga kerajaan. Erik Killmonger (Michael B. Jordan) yang merupakan keturunan kerajaan menuntut haknya. Ia juga menolak Black Panther sebagai raja. Dari sinilah kemelut kemudian membara.

© theverge

Dibantu penjaga Wakanda dari lima suku, Black Panther akhirnya bertarung untuk menghentikan aksi Erik juga Ulysses. Sekalipun begitu, tak ada benar-benar pertarungan yang disuguhkan dari awal hingga akhir film. Justru beberapa adegan dipenuhi drama.

Akan tetapi aksi setiap karakternya begitu membuat setiap penonton bioskop berdecak kagum. Bagaimana Jordan memainkan karakter antagonis dalam film dengan apiknya. Bahkan, ia terlihat begitu berkharisma layaknya Joker dalam film Batman.

Hal yang tak kalah menarik, tentu saja detail kostum modern para pemain, khususnya penjaga Wakanda, yang sarat dengan ciri khas Afrika. Nuansa adat ala Benua Hitam ini pun kian terasa, dengan alunan musik etnik khas Afrika yang diputar di sepanjang film. Tak berlebihan akhirnya, jika sebagian orang menyebut Black Panther sebagai representasi Marvel untuk Afrika.

Read More

Editor's Pick

Comment

Latest News