1. HOME
  2.   »  
  3. FILM
  4.   »  
  5. ARTIKEL FILM

Bulan Terbelah di Langit Amerika Tunjukkan Wajah Islam di Amerika

Lusi Triana | 18 Desember 2015 13:00

Kasus teror yang melanda banyak negara kerap dikaitkan dengan agama Islam. Lalu apakah dunia akan lebih baik tanpa Islam?

Muvila.com – Hanum Salsabiela Rais (Acha Septriasa) dan Rangga Almahendra (Abimana Aryasatya) kembali mengalami perjalan spiritual saat mereka bertandang ke Amerika. Sebelumnya, pasangan suami-istri ini menguak misteri-misteri tentang Islam di Eropa. Hanum dan Rangga kini membawa tugasnya masing-masing dalam film Bulan Terbelah di Langit Amerika.

Hanum mendapat tugas dari kantornya untuk membuat artikel bertema Would the world be better without Islam, di mana ia harus mewawancarai dua narasumber dari pihak muslim dan non muslim di Amerika Serikat. Dan, kedua narasumber tersebut merupakan keluarga korban serangan World Trade Center (WTC) pada 11 September 2001.

Sementara itu, Rangga harus untuk mewawancarai seorang miliuner dan filantrop Amerika, Phillipus Brown, demi melengkapi persyaratan S3-nya. Brown sendiri dikenal tidak mudah berbicara dengan media. Untuk itu, Rangga meminta bantuan Stefan (Nino Fernandez) yang kini tinggal di New York bersama kekasihnya. Tugas-tugas itu memunculkan pertengkaran di antara Hanum dan Rangga. Hanum yang terus berusaha untuk mewawancarai sumbernya pun terjebak dalam situasi kericuhan.

Bagi sutradara film ini, Rizal Mantovani, novel yang menjadi sumber adaptasi film tersebut sangat inspiratif, di mana novel tersebut menuturkan bahwa Islam itu tidak bisa disalahkan atas kasus teror yang kerap melanda berbagai negara, khususnya kasus teror WTC pada 11 September 2001. Ia pun merasa sangat bersyukur saat dipercaya untuk menggarap film produksi Maxima Pictures ini.

“Mendapat lagi kesempatan untuk menggarap adaptasi adalah sebuah kehormatan ya karena buku itu kalau fansnnya udah ada, pondasinya itu udah kuat. Waktu tahu buku yang saya garap adalah Bulan Terbelah di Langit Amerika, wah saya sangat bersyukur, karena pesan dari buku ini sangat inspiratif, bahwa semua kejaidan-kejadian teror yang terjadi di dunia ini tak bisa Islam yang disalahkan,” papar Rizal saat ditemui usai jumpa pers pada 15 September lalu di XXI Epicentrum Jakarta.

“Karena Islam adalah sebuah agama yang tidak mengajarkan kekerasan. Islam adalah agama yang mengajarkan kedamaian,” lanjutnya.

Aktris Hannah Al Rashid juga mengatakan, meskipun sarat nuansa Islami, Bulan Terbelah di Langit Amerika bukanlah film religi yang mengedepankan drama romantisme antara pasangan seperti yang banyak diangkat dalam film-film religi. Film ini mempunyai makna yang lebih dalam dan memperlihatkan bagaimana wajah Islam di mata dunia.

“Film ini sangat relevan karena jarang film religi yang relevan. Kebanyakan film religi yang drama tentang poligami dan lainnya. Film ini memperlihatkan bagaimana caranya kita mnyatukan orang-orang yang terpisah. Cukup relevan. Jadi orang jangan membodohi orang, fokus menjadi orang baik dan membantu orang lain,” jelas Hannah.

Salah satu penulis skenario tersebut, Baskoro Adi, mengaku mendapat pengalaman spiritual saat turut terlibat dalam proyek film ini. “Bagi saya film ini adalah perjalanan spiritual yang luar biasa dan pelajaran kreativitas yang luar biasa bagi filmmaker,” ucapnya.

Hanum Rais dan Rangga Almahendra, penulia novel sekaligus penulis skenario film ini, berharap Bulan Terbelah di Langit Amerika mampu mempersatukan segala yang terbelah. “Semoga film ini tak hanya dirilis di Indonesia tapi juga di luar negeri sehingga orang tahu the world is better with Islam,” tambahnya.

Selain Acha Septriasa, Abimana Aryasatya,  Nino Fernandez, dan Hannah Al Rasyid, film ini juga dibintangi oleh Rianti Cartwright, Hailey Franco, Nur Fazura, Yaron Urbas, Ray Reynolds, dan Hans de Kraker. Bulan Terbelah di Langit Amerika tayang mulai 17 Desember 2015. Muvilaz, yuk saksiskan dulu trailer film tersebut.

Read More

Editor's Pick

Comment

Latest News