1. HOME
  2.   »  
  3. FILM
  4.   »  
  5. ARTIKEL FILM

Dinilai Ancaman, Film Phantom Dilarang Tayang di Pakistan

Mia Vita Della | 22 Agustus 2015 11:00
Copyright: indianexpress
Lantaran dianggap berbahaya, film bertajuk Phantom dilarang tayang di bioskop-bioskop Pakistan.

Muvila.com – Film mata-mata yang dibintangi oleh Saif Ali Khan dan Katrina Kaif, terpaksa tidak dapat menginjakkan kakinya di Pakistan. Diwartakan The Hollywood Reporter, Pengadilan Pakistan telah ketok palu untuk pelarangan penayangan film bertajuk Phantom itu pada 28 Agustus 2015 di bioskop-bioskop Pakistan.

Keputusan pengadilan itu datang dua minggu setelah Hafiz Mohammad Saeed, warga Pakistan yang memiliki bounty senilai 10 juta dolar AS untuk kepalanya, menuntut larangan pemutaran film Bollywood ini di Pakistan lantaran menampilkan dirinya dibunuh dalam trailernya. "Ada ancaman langsung terhadap kehidupan pemohon (Saeed) dan rekan-rekannya yang ada di trailer film," kata A.K Dogar, pengacaranya dilansir NDTV.

Film Phantom yang diadaptasi dari novel "Mumbai Avengers" karya S. Hussain Zaidi ini mengisahkan tentang agen rahasia India yang membalas dendam pada orang-orang di belakang penyerangan Mumbai pada 2008 yang telah menewaskan 166 orang termasuk enam warga Amerika.

Namun, film ini tidak seperti di novelnya yang menggunakan nama samaran bagi mereka yang dituduh merencanakan serangan. Di bawah arahan sutradara Kabir Khan (Bajrangi Bhaijaan), Phantom menggunakan nama tersangka sebenarnya, Saeed dan warga Amerika David Coleman Headley sebagai nama karakter.

Headley sendiri kini dijatuhi hukuman 35 tahun di penjara AS atas perannya sebagai perencana pengepungan Mumbai. sementara Saeed, tadinya sempat ditahan oleh pemerintah Pakistan dengan iming-iming hadiah dari Amerika Serikat senilai 10 juta dolar AS untuk kepalanya. Namun belakangan Saeed dibebaskan.

Ini bukan pertama kalinya, film Saif Ali Khan dilarang tayang di Pakistan. Sebelumnya, Agent Vinod (2012) juga tak dapat diputar lantaran plot ceritanya menampilkan negara Pakistan mendukung pejuang Taliban di Afghanistan hingga meledakkan bom nuklir di ibu kota India, Dehli.

Menanggapi hal tersebut, Saif Ali Khan mengaku terkejut setelah mendengar keputusan pelarangan filmnya. "Saya cukup terkejut mendengarnya dilarang tanpa melalui proses sensor. Saya pikir itu adalah aneh. Kami juga Muslim India. Film ini tidak anti-Pakistan, anti-Muslim atau anti-siapa kecuali dalang 26/11," tuturnya kepada NDTV.

Read More

Editor's Pick

Comment

Latest News