1. HOME
  2.   »  
  3. FILM
  4.   »  
  5. ARTIKEL FILM

Film Filosofi Kopi Belajar dari Cahaya Dari Timur

Angga Rulianto | 9 April 2015 19:00
Copyright: Muvila
Film karya Angga Dwimas Sasongko, Filosofi Kopi The Movie, menelan biaya hingga Rp 10 miliar dengan porsi biaya promosi yang nyaris sebesar biaya produksi.

Muvila.com – Film Filosofi Kopi The Movie sejak awal direncanakan untuk berlama-lama di tahap pra-produksi. Sebab, film ini diadaptasi dari cerita pendek (cerpen) karya Dewi 'Dee' Lestari, penulis novel dan cerpen yang memiliki penggemar setia. Sebagai sutradara, Angga Dwimas Sasongko, pun tak ingin bikin kecewa para pembaca setia karya Dee, walau tetap menyadari bahwa sebuah film adaptasi karya sastra tidak akan bisa memvisualisasikan cerita aslinya secara sempurna.

Oleh sebab itu, Angga bersama para produser Filosofi Kopi The Movie, yakni Anggia Kharisma dan Handoko Hendroyono, mengembangkan konsep User Generated Movie. Dengan begitu, para penggemar karya Dee maupun penikmat film dapat berkontribusi dalam memberikan visual dan elemen-elemen artistik untuk film Filosofi Kopi The Movie sesuai imajinasi mereka.

"Orang-orang kalau komentar soal film yang dibuat dari novel yang dia nggak suka, pasti bilang alasannya karena nggak sesuai dengan bayangan mereka," ujar Angga mengungkapkan alasan di balik konsep User Generated Movie ini kepada Muvila di Tebet, Jakarta pada Kamis, 2 April lalu.

10.000 USER

"Setiap orang memang punya imajinasi sendiri-sendiri. User Generated Movie ini berusaha untuk meng-captured imajinasi pembacanya Dewi. Walau mungkin nggak meng-captured 100 persen imajinasi mereka, karena nggak mungkin satu film harus menuruti imajinasi 1000-2000 orang. Tapi paling nggak kami memberikan pilihan dan mereka bisa memilih, bisa mengkritiik alasannya, dan segala macam," jelas Angga.

User Generated Movie ini memanfaatkan aplikasi Filosofi Kopi Movie yang sudah bisa secara gratis diunduh di Play Store dan App Store sejak tahun lalu. Lewat aplikasi ini, publik yang sudah menjadi penggunanya dapat terlibat dalam membuat konsep visual film Filosofi Kopi The Movie. "Sampai sekarang sudah ada 10 ribuan lebih user," ujar Angga, yang juga menjadi Produser Eksekutif film Filosofi Kopi The Movie.

Lalu pertanyaannya, setelah syuting filmnya rampung pada Januari lalu dan Filosofi Kopi The Movie tayang di bioskop mulai 9 April 2015, akan diapakan para pengguna aplikasi Filosofi Kopi Movie yang berjumlah 10 ribu itu? "Ya at the end of the day, game will over. User-nya berhenti di film Filosofi Kopi saja," kata Angga.

Namun, sutradara kelahiran 11 Januari 1985 ini tetap mengembangkan aplikasi yang masih terkait Filosofi Kopi The Movie, terutama tentang kopi. "Kami akan merilis app kopi Indonesia. Jadi seperti Path campur Facebook campur Foursquare, tapi tentang kopi Indonesia. Jadi lo bisa punya akun di situ. Kalau lo barista, bisa punya profil. Lo bisa nge-tag macam-macam. Rencananya, app ini dirilis bersamaan dengan filmnya rilis," lanjut Angga.

BIAYA PROMOSI FILM PALING BESAR

Dengan lama di tahap pra-produksi, otomatis porsi biayanya untuk keseluruhan bujet pun tak sedikit. Diakui Angga, pembuatan Filosofi Kopi The Movie produksi Visinema Pictures ini sampai menelan biaya hingga Rp 10 miliar. Angka tersebut terbilang besar untuk biaya sebuah film feature panjang di Indonesia. Umumnya, biaya pembuatan film Indonesia berada di angka Rp 5 miliar hingga Rp 8 miliar.

Angka Rp 10 miliar untuk bujet pembuatan Filosofi Kopi The Movie ini, lanjut Angga, sudah termasuk aktivitas promosi film. "Ini promo film yang paling besar yang pernah Visinema handle. Biaya promo filmnya bisa dibilang mungkin hampir sama dengan biaya produksinya. Misalnya kami beli 150 spot iklan TV. Kita bikin roadshow dari bulan November tahun lalu. Termasuk biaya untuk bikin aplikasi User Generated Movie," jelasnya.

Besarnya biaya promosi Filosofi Kopi The Movie ini bukan tanpa alasan. Soalnya, Angga belajar dari pengalamannya ketika membuat Film Terbaik Festival Film Indonesia (FFI) 2014, Cahaya Dari Timur: Beta Maluku, yang juga disutradarai olehnya dan diproduksi Visinema Pictures.

"Kami belajar banget bahwa Cahaya Dari Timur miskin inovasi dalam segi promosi. Ini yang kami pikirin lagi yang akhirnya kami terapkan di Filkop. Belum tentu berhasil. Kalau berhasil akan jadi satu pendekatan yang baru, tapi kalau tidak berhasil maka next film kami akan coba inovasi yang lain," lanjut Angga, yang juga pernah menggarap Hari Untuk Amanda (2010) dan Jelangkung 3 (2007) ini.

Cerita Filosofi Kopi The Movie tentang Jody (Rio Dewanto) dan Ben (Chicco Jerikho). Sepasang sahabat ini dibelit hutang ratusan juta rupiah sehingga mengancam keberadaan kedai Filosofi Kopi yang sudah mereka bangun. Namun, datang seorang pengusaha yang memberikan tantangan kepada mereka. Tantangan yang bisa menyelamatkan kedai Filosofi Kopi.

Ketika Ben nyaris berhasil taklukkan tantangan itu, muncul El (Julie Estelle), seorang food blogger sekaligus pakar kopi bersertifikat internasional, yang mengatakan bahwa ada kopi paling enak ketimbang racikan Ben. Harga diri dan kepercayaan diri Ben maupun Jody pun runtuh. Mereka lalu pergi mencari Kopi Tiwus ke pelosok daerah, kopi yang dibilang terenak oleh El. Pencarian itu juga menentukan masa depan Filosofi Kopi dan persahabatan mereka.

Filosofi Kopi The Movie juga diperkuat oleh akting para pemain senior, seperti Slamet Rahardjo, Jajang C. Noer, Ronny P. Tjandra dan Otig Pakis. Tonton trailer-nya di bawah.

Read More

Editor's Pick

Comment

Latest News