1. HOME
  2.   »  
  3. FILM
  4.   »  
  5. ARTIKEL FILM

Film Iseng, Kronologi Tragedi Satu Malam

Reino Ezra | 10 Maret 2016 20:00
Film Iseng menampilkan banyak karakter di kota Jakarta yang saling terhubung dalam waktu satu hari.

Muvila.com – Layar bioskop Indonesia pekan ini diramaikan dengan sebuah film bergenre drama kriminal berjudul Iseng. Film ini merupakan proyek pertama dari rumah produksi Absolute Pictures sekaligus film panjang perdana garapan Adrian Tang. Iseng menyoroti kehidupan beberapa orang dari berbagai kelas sosial dan profesi di Jakarta, yang dalam rentang waktu 24 jam terseret dalam tiga kasus kejahatan tak terduga.

Film Iseng diawali dengan ditemukannya dua orang terbunuh di sebuah apartemen: satu wanita di dalam apartemen, dan satu lagi pria yang jatuh dari balkon. Dua orang polisi, Ludi (Donny Alamsyah) dan komandannya (Donny Damara) yang bertugas menyelidiki kasus ini menemukan banyak sekali kejanggalan dari tempat kejadian perkara, sehingga kasus ini pun tak dapat diselesaikan segera.

Kisah pun mundur sekitar satu hari sebelumnya, dengan memperkenalkan beberapa karakter di tempat-tempat berbeda. Ada seorang pengusaha bernama Irwan (Tio Pakusadewo) yang meminta kepada sopirnya, Edi (Yayan Ruhian) untuk melakukan sebuah rencana keji terhadap wanita simpanannya, Baby (Viola Arsa), yang mengaku sedang hamil. Tiga orang preman, Aripin (Fandy Christian), Atif (Khiva Iskak), dan Joni (Zuli Silawanto) pun harus segera membuat rencana mendadak atas suruhan Edi.

Pegawai kantor Irwan, Chicha (Evelinn Kurniadi) dengan tingkahnya yang centil menarik perhatian seorang wanita lesbian pelayan restoran, Jo (Frida Tumakaka), dan Chicha pun menyambutnya dengan tangan terbuka. Di sisi lain restoran itu, ada seorang juru masak bernama Denis (Kho Michael), yang bertingkah aneh setiap melihat perempuan cantik.

Di tempat lain, ada Dian (Fany Vanya) yang nekat ke Jakarta dan meninggalkan suaminya di kampung, lalu diajak oleh kawannya, Kiki (Manda Cello) untuk mencoba terjun ke dunia prostitusi. Keputusan para karakter ini pada hari itu rupanya membuat mereka akan saling bersinggungan dan membawa pada tragedi yang tak mereka sangka-sangka.

Konsep Iseng berawal dari Adrian, sang sutradara, bersama produser Rosman Mohamed, yang ingin mengangkat beberapa kasus kriminal menjadi sebuah film panjang. Menurut Adrian, cerita ini mereka kembangkan di akhir tahun 2014 dengan merujuk pada beberapa kasus nyata yang mereka baca di surat kabar. Lalu, kasus-kasus itu disusun dalam sebuah cerita tentang banyak karakter yang saling terkait, dengan skenario ditulis oleh Husein M. Atmodjo dan Selvinaeri Cahyani.

"Waktu kami bikin ceritanya, kami lihat kasus-kasus dari koran, waktu itu ada 10 kasus. Tapi, kalau 10 kasus diambil semua nanti akan jadi panjang filmnya, akhirnya kami pilih tiga yang paling menarik," ungkap Adrian dalam konferensi persnya di Jakarta, 8 Maret lalu.

Selain merangkai cerita dari tiga kasus tadi, Adrian juga memasukkan satu tema yang jadi pengikat di antara para karakternya, dan tema itu pula yang dijadikan judulnya, Iseng.

"'Iseng' itu kedengarannya seperti sesuatu yang ringan, tidak ada bobotnya. Tapi, melakukan sesuatu dengan iseng itu bisa saja konsekuensinya ditampar. Di film kami, iseng itu bisa berakibat kematian. Jadi, yang kami ingin sampaikan adalah jangan jadikan iseng alasan untuk melakukan apa saja," ungkap sutradara asal Malaysia itu.

Film Iseng juga didukung oleh penampilan Wulan Guritno, Fauzi Baadilla, Dayu Wijanto, Ayushita, Cecep Arif Rahman, serta dua penyanyi dangdut, Melinda dan Siti Badriah. Film ini tayang di bioskop-bioskop Indonesia mulai 10 Maret ini. Simak trailer-nya di bawah ini.

 

Read More

Editor's Pick

Comment

Latest News