1. HOME
  2.   »  
  3. FILM
  4.   »  
  5. ARTIKEL FILM

Film Life, Kisah di Balik Foto-foto Ikonik James Dean

Reino Ezra | 7 Januari 2016 14:00
Film Life gambarkan proses dramatis pemotretan aktor James Dean sebelum ia jadi superstar Hollywood.

Muvila.com – James Dean adalah sosok aktor Hollywood yang gaungnya masih terdengar sekalipun kariernya sangat singkat. Aktor ini hanya sempat menjadi bintang utama di tiga film layar lebar berturut-turut—East of Eden, Rebel Without a Cause (keduanya rilis tahun 1955), dan Giant (1956), sebelum ia meninggal pada tahun 1955 di usianya yang masih 24 tahun. Meski demikian, sosoknya yang selalu cuek dan anti-kemapanan kemudian menjadi ikon bagi dunia perfilman.

Begitu besar pesona Dean, sampai-sampai film yang menceritakan tentang dirinya lebih banyak dari film yang dibintanginya sendiri. Namun, rumah produksi See-Saw Films dan sutradara Anton Corbijn hendak mengambil sudut pandang berbeda dari sosok Dean lewat film terbarunya, Life. Film ini menuturkan satu periode dari hidup Dean, tepat sebelum ia menjadi bintang di Hollywood. Periode ini tak lain adalah saat ia dipotret oleh fotografer Dennis Stock untuk majalah LIFE tahun 1955.

Dennis Stock (Robert Pattinson) adalah seorang fotografer untuk agensi Magnum yang ditugaskan meliput kegiatan dunia hiburan di Los Angeles. Suatu ketika perhatiannya tertuju pada sosok pemuda yang tengah disiapkan untuk jadi bintang masa depan oleh studio Hollywood, James "Jimmy" Dean (Dane DeHaan). Kala itu, Jimmy baru kelar syuting debutnya sebagai bintang utama dalam East of Eden, dan sedang menanti kepastian peran yang diincarnya di proyek Rebel Without a Cause.

Dennis kemudian berencana membuat sebuah esai foto sang calon bintang. Proyek ini cukup berisiko, mengingat Jimmy belum punya nilai jual bagi penerbit majalah. Selain itu, Jimmy bukanlah sosok aktor yang mau diatur, bahkan cenderung membangkang, dan seakan kurang nyaman dengan keglamoran Hollywood yang dipersiapkan baginya. Pada akhirnya, Dennis dan Jimmy sepakat untuk ikut dalam perjalanan Jimmy ke kampung halamannya di Fairmont, Indiana sebelum perilisan East of Eden. Hubungan mereka pun berkembang layaknya sahabat, dan di saat ini pula foto-foto ikonik James Dean dihasilkan.

Secara sengaja, film Life yang skenarionya ditulis Luke Davies menyorot sosok James Dean dari sudut pandang Dennis Stock. Para pembuat film ini merancang sebuah cerita dibalik foto-foto terkenal Dean yang diambil oleh Stock, baik itu saat Dean kehujanan di Times Square, New York, maupun kegiatannya di lahan pertanian di kampungnya. Menurut produser Iain Canning, momen-momen ini sangat penting baik bagi Dean maupun Stock, karena mereka ditempatkan dalam situasi yang membuat mereka dapat saling terbuka satu sama lain.

"Kita hidup di era yang berbeda saat ini. Dokumentasi terhadap selebriti telah berubah drastis sejak Dennis Stock memotret dulu," ungkap Canning dalam pernyataannya. "Pemotretan ini mungkin tidaklah direncanakan atau dikoordinasi atau serumit sekarang, dan itu pula menjadikan film ini juga mengisahkan tentang perbandingan masa lalu dengan masa sekarang," ujar Canning lagi.

Namun, yang menjadi sorotan utama tetaplah hubungan pertemanan Dean dan Stock. Menurut Corbijn—yang juga mengawali karier sebagai fotografer musisi di Belanda, pertemuan Stock dan Dean membawa perubahan bagi keduanya, dan itulah yang hendak diangkatnya dalam Life. "Jimmy dan Dennis saling belajar. Dennis bisa melihat dengan cara sedikit berbeda terhadap hubungannya dengan sang putra ciliknya, dan James Dean pun melihat hal menarik karena memiliki teman yang punya opini sendiri, bukan tipe yang penurut," papar Corbijn.


Dengan mengangkat kisah sosok besar yang sudah dikenal luas, Corbijn mengaku ada tanggung jawab besar pula yang harus ia tanggung dalam menggarap Life. Ia mengaku tetap ingin menampilkan fakta otentik tentang Dean dan Stock, namun yang lebih ditekankannya adalah bagaimana Life mampu menerjemahkan kedua sosok ini dalam cara yang dramatis. Hal ini juga berpengaruh dengan terpilihnya Pattinson sebagai pemeran Stock dan DeHaan sebagai Dean, yang mungkin tidak banyak punya kemiripan fisik dengan tokoh-tokoh aslinya.

"Tentu saja kita ingin sedekat mungkin dengan orang-orang aslinya, tapi di saat bersamaan ini adalah film. Dalam sebuah film kita selalu mencari sebuah titik drama, tapi pastikan kita tidak membuat orang jahat jadi baik atau sebaliknya. Kita mencoba untuk memberi kedalaman terhadap karakter dan motivasi mereka," jelas Corbijn.

Life, yang merupakan produksi kerja sama Australia, Kanada, dan Jerman ini, turut didukung oleh akting dari Joel Edgerton, Ben Kingsley, dan Alessandra Mastronardi. Film ini sudah bisa disaksikan di bioskop-bioskop Indonesia jaringan Cinemaxx dan CGV blitz. Simak trailer-nya di bawah ini.

Read More

Editor's Pick

Comment

Latest News