1. HOME
  2.   »  
  3. FILM
  4.   »  
  5. ARTIKEL FILM

Film Indonesia Raih Gelar di Cannes untuk Pertama Kalinya

Reino Ezra | 20 Mei 2016 13:30
Film Prenjak dinobatkan sebagai Film Pendek Terbaik di Critics' Week, salah satu segmen di Festival Film Cannes.

Muvila.com – Film Indonesia akhirnya meraih gelar di salah satu festival film terbesar di dunia, Cannes Film Festival. Pada 19 Mei lalu waktu setempat, film pendek berjudul Prenjak (In the Year of the Monkey) arahan sutradara Wregas Bhanuteja dinobatkan sebagai Film Pendek Terbaik oleh dewan juri segmen Critics' Week (Semaine de la Critique) ke-55 di Cannes, Prancis. Ini adalah kemenangan pertama Indonesia dalam segmen kompetisi di festival film bergengsi tersebut.

"Sungguh tak disangka. Saya merasa bahwa ini adalah energi yang sangat besar sekali bagi saya. Saya berharap agar api ini tetap menyala. Dan ketika saya pulang ke Indonesia, saya akan mulai membuat film lagi dan lagi," kata Wregas, 23 tahun, seperti dilansir BBC Indonesia.

Dilansir dari situs resmi Critics' Week, Prenjak diganjar penghargaan Leica Cine Discovery Prize untuk Film Pendek Terbaik, sehingga berhak menerima hadiah dana sebesar 4.000 euro. Film ini berhasil mengungguli sembilan film pendek lain dari berbagai negara. Penilaian film pendek maupun film panjang di Critics' Week tahun ini dilakukan oleh dewan juri internasional yang terdiri dari aktris Italia, Valérie Donzelli; sineas Prancis, Alice Winocour; sineas Israel, Nadav Lapid; sineas AS, David Robert Mitchell; dan sineas Argentina, Santiago Mitre.

Direktur Artistik Semaine de la Critique Charles Tesson pun sudah memuji Prenjak. "Sebuah film dengan kedalaman puitik yang mengejutkan. Prenjak karya Wregas Bhanuteja, adalah film yang kelam dan bengal, tentang bagaimana mencari nafkah itu sama harganya dengan sekadar permainan korek api," kata Tesson, seperti dikutip BBC Indonesia.

Critics' Week sendiri merupakan sebuah segmen independen yang diselenggarakan asosiasi kritikus film Prancis, yang menjadi bagian dari Cannes Film Festival sejak tahun 1961. Segmen ini didedikasikan untuk karya-karya dari para sineas internasional berbakat yang tergolong masih baru, baik untuk film panjang maupun pendek. Tahun ini, Critics' Week diadakan sejak 12 sampai 20 Mei, paralel dengan acara utama Cannes Film Festival yang berlangsung 11-22 Mei 2016.

Dewan juri Critics' Week juga memberi penghargaan Nepresso Grand Prize untuk Film Panjang Terbaik bagi Mimosas, film asal Maroko karya Oliver Laxe. Sedangkan penghargaan khusus France 4 Visionary Award diberikan kepada Albüm, film Turki karya Mehmet Can Merto─člu, sebagai film yang dianggap mampu menunjukkan inovasi dan kreativitas tersendiri.

 


FILM INDONESIA PERTAMA YANG MENANG DI CANNES

Penghargaan yang diraih Prenjak tersebut merupakan pertama kalinya bagi film Indonesia sepanjang 69 tahun Cannes Film Festival diadakan. Sejauh ini, Indonesia baru dua kali masuk ke salah satu segmen kompetisi yang diselenggarakan panitia utama Cannes Film Festival, yaitu Un Certain Regard lewat dua film karya Garin Nugroho, Daun di Atas Bantal (1998) dan omnibus Serambi (2005).

Sementara di segmen lain, Indonesia pernah diwakili film kolosal Tjoet Nja' Dhien karya Eros Djarot di kompetisi Critics' Week 1989, film pendek Kara Anak Sebatang Pohon karya Edwin yang berkompetisi di segmen Directors Fortnight 2005, serta film pendek The Fox Exploits the Tiger's Might karya Lucky Kuswandi di Critics' Week 2015. Namun, keikutsertaan film-film tersebut belum berbuah gelar.


Prenjak merupakan film pendek terbaru karya Wregas, sutradara muda yang sebelumnya juga pernah menempatkan karya-karyanya di festival film internasional. Di antaranya adalah Senyawa yang berkompetisi di Jogja-NETPAC Asian Film Festival 2012, Lembusura yang berkompetisi di Berlin International Film Festival 2015, hingga The Floating Chopin yang berkompetisi di Hong Kong International Film Festival 2016. Ia juga berhasil menang besar di XXI Short Film Festival 2015 lewat Lemantun.

Berdurasi total 13 menit, Prenjak yang skenarionya juga ditulis oleh Wregas ini bercerita tentang seorang perempuan bernama Diah (Rosa Winenggar) yang membutuhkan uang. Ia lalu menawarkan korek api berharga mahal kepada rekan kerjanya, Jarwo (Yohanes Budyambara), yang digunakan untuk melihat salah satu bagian tubuhnya. Masuknya Prenjak di Critics' Week ini sekaligus jadi pemutaran perdana film ini di hadapan publik atau world premiere.

Trailer film Prenjak bisa disaksikan di bawah ini.



Foto header: Ivan Marlianto/dok. Muvila

Read More

Editor's Pick

Comment

Latest News