1. HOME
  2.   »  
  3. FILM
  4.   »  
  5. ARTIKEL FILM

Film Sundul Gan, Dinamika Persahabatan Dua Pendiri Kaskus

Reino Ezra | 2 Juni 2016 16:30
Film garapan Naya Anindita ini kupas drama di balik kesuksesan situs forum populer Indonesia tersebut.

Muvila.com – Seiring meluasnya jangkauan internet di Indonesia sejak era 2000-an, Kaskus menjadi salah satu situs buatan Indonesia yang paling banyak dikunjungi, bahkan disebut sebagai situs forum komunitas maya terbesar. Dengan jumlah pengguna terdaftar kini mencapai enam juta nama, Kaskus menjadi salah satu kisah sukses bidang teknologi informasi Indonesia. Kesuksesan ini juga turut membawa dua pendirinya, Andrew Darwis dan Ken Dean Lawadinata, kerap menjadi sorotan.

Kisah Andrew dan Ken serta Kaskus kemudian diangkat menjadi film layar lebar di bawah judul Sundul Gan: The Story of Kaskus. Film ini diproduksi oleh 700 Pictures dengan produser Putrama Tuta dan Ade Sulistioputra, sekaligus mejadi debut penyutradaraan film panjang dari Naya Anindita. Film ini sendiri mengambil titik waktu dari awal dirintisnya Kaskus hingga situs tersebut menjadi perusahaan yang lebih mapan di tahun 2008. Akan tetapi, ternyata bukan itu yang menjadi fokus utama film yang skenarionya ditulis Ilya Sigma dan Priesnanda Dwisatria ini.

"Kita tidak bikin film tentang Kaskus. Kita bikin film tentang persahabatan dua orang yang punya mimpi gila, mau keluar dari comfort zone mereka dan melakukan sesuatu yang orang lain nggak kepikiran. Itu pesan paling penting dari film ini. Bagaimana anak-anak muda punya keberanian untuk nggak stay safe aja, untuk melakukan yang sedikit berbeda dan mudah-mudahan mendapat feedback yang baik dari universe seperti yang terjadi pada Ken dan Andrew," ujar Putrama Tuta dalam konferensi pers Sundul Gan di Jakarta, 31 Mei lalu.

Film Sundul Gan diawali dengan perkenalan karakter Andrew (Albert Halim) dan Ken (Dion Wiyoko), dua anak muda asal Jakarta yang hijrah ke Seattle, Amerika Serikat untuk menempuh pendidikan. Keduanya bertemu di sebuah pesta, dan betapa terkejutnya Ken saat tahu bahwa Andrew bukan hanya masih sanak keluarganya, tetapi juga pembuat situs forum diskusi Kaskus—singkatan dari kasak-kusuk, yang ternyata tengah naik daun di antara pengguna internet di Indonesia.

Keduanya menjadi akrab selama tinggal di Seattle, sampai pada tahun 2008, Ken mempunyai ide untuk mengembangkan Kaskus—yang selama ini dikelola di Seattle—jadi lebih besar lagi di Indonesia. Namun, itu artinya Andrew yang tadinya berniat menetap di Amerika Serikat harus kembali ke Jakarta. Dengan beberapa hal yang harus dikorbankan, Ken dan Andrew mulai mencoba kembangkan Kaskus dari sebuah kantor kecil, dengan Andrew mengurus perihal teknis, dan Ken mencari investor.

Tahapan ini rupanya menguji persahabatan mereka. Andrew kerap merasa ditinggal sendirian dalam mengurusi Kaskus, apalagi saat mereka ditantang oleh pemberlakuan Undang-undang tentang Informasi dan Transaksi Elektronik. Sementara Ken juga harus seimbangkan antara impiannya membesarkan Kaskus dan rencana pernikahannya dengan Tika (Pamela Bowie). Modal awal untuk memindahkan pengelolaan Kaskus ke Jakarta pun sebenarnya diambil dari biaya pernikahan Ken, yang berarti kelangsungan pernikahan itu sangat bergantung pada sukses atau tidaknya Kaskus.

PRESENTASI POP DAN DIGITAL EFFECTS

Meski berupa film biografi, Sundul Gan rupanya dirancang untuk dikemas dalam presentasi yang disesuaikan dengan gaya anak muda masa kini. Naya sebagai sutradara mengaku sengaja memasukkan banyak efek CGI dan grafis untuk film ini, khususnya dalam bentuk-bentuk yang biasa ditemukan dalam video game dalam film yang diberi corak komedi ini. Untuk memenuhi kriteria ini, Naya mengaku butuh sekitar enam bulan proses pascaproduksi.

"Mungkin 70 persen ada effects-nya di film ini. Saya nekat aja sih sebenarnya. Saya yakin dengan adanya grafis itu akan lebih mengangkat lagi visual dan ceritanya, dan bisa lebih appealing lagi. Dan juga buat orang-orang yang attention span-nya gampang ter-distract akan jadi lebih bisa stay, duduk, dan nonton. Tapi, grafis itu juga disesuaikan supaya nggak mengganggu adegannya," jelas Naya.

"Ken itu gamer banget, jadi ada beberapa momen misalnya dia lagi main game ada grafis pop-up yang keluar. Karena gue juga suka main game jadi gue bikin itu untuk fan-service-lah buat para gamer," tambahnya.

Sementara itu, tokoh-tokoh pendiri Kaskus asli mengaku menyambut baik adanya film ini. Ken Dean Lawadinata menyatakan bahwa film ini dapat merangkum perjalanan Kaskus, sebagai refleksi yang dapat menginspirasi anak-anak muda lain yang mungkin punya impian membangun usaha start up atau kreasinya sendiri. Meski demikian, Ken mengaku tak banyak mengintervensi proses produksi filmnya, sekalipun cerita ini memang milik dia dan Andrew.

"Dalam penulisan dan segala macam, memang kita ngobrol dan dikasih (skenarionya). Tapi, saya sendiri mungkin hanya ikut lima persen dari proses yang dilakukan, kebanyakan itu juga saya nanya bukannya kasih masukan. Saya dan Andrew 'kan nggak ngerti soal film, ini 'kan bisnis storytelling. Saya tahu cerita saya, tapi bagaimana cara menyampaikannya itu bukan expertise saya, jadi saya percayakan sama yang udah expert. Jadi dari awal bikin cerita, arahan Naya seperti apa, casting-nya siapa, itu saya percayakan pada mereka," ungkap Ken.

Sundul Gan turut didukung oleh penampilan Melissa Karim, Baim Wong, Richard Kyle, Richard Oh, Ronny P. Tjandra, Elkie Kwee, Ernest Prakasa, Indra Birowo, Abdurrahman Arif, Petra 'Jebraw' Gabriel, dan lain-lain. Film ini tayang di bioskop Indonesia mulai 2 Juni 2016 ini. Trailer-nya bisa dilihat di bawah ini.

 

Read More

Editor's Pick

Comment

Latest News