1. HOME
  2.   »  
  3. FILM
  4.   »  
  5. ARTIKEL FILM

Film Surga Menanti: Tak Cuma Entertainment, tapi juga Syiar Islam

Angga Rulianto | 3 Juni 2016 19:30
Copyright: Khanza Film
Melalui sosok hafiz Al Qur’an, film Surga Menanti mengajak umat Islam untuk lebih mencintai Al-Qur’an.

Muvila.com – Salah satu film religi yang sudah dirilis untuk menyambut bulan suci Ramadan adalah film Surga Menanti. Selain dibintangi Ummi Pipiek Dian Irawati dan Agus Kuncoro, film ini juga menghadirkan Syakir Daulay, aktor pendatang baru berusia 14 tahun sekaligus hafiz (penghafal) Al Qur’an dari Aceh.

Film yang disutradarai dan diproduseri Hastobroto ini bukan semata-mata ingin memberikan hiburan bagi penonton, tapi mengemban tugas berdakwah untuk masyarakat, khususnya umat Islam, agar lebih mencintai Al-Qur’an dan mengamalkan nilai-nilainya dalam kehidupan sehari-hari.

“Film ini bukan sekadar entertainment aja. Sengaja kami hadirkan sosok Daffa (diperankan Syakir Daulay) yang secara tak langsung mengajak kita umat Islam untuk berkaca, apakah kita masih rajin baca Al Qur’an atau kita sudah lupa sama Al Qur’an. Jadi, secara nggak langsung, film ini memiliki nilai syiar yang sangat tinggi,” ujar Hastobroto saat jumpa pers film Surga Menanti di kawasan Kuningan, Jakarta pada 30 Mei lalu.

Bercerita tentang sepasang suami-istri, Humaira (Ummi Pipiek Dian Irawati) dan Yusuf (Agus Kuncoro), yang mencintai Al-Qur’an dan memimpikan anak mereka akan menjadi hafiz. Doa itu terkabul. Anak lelaki mereka, Daffa, rajin belajar dan taat beribadah. Saat berusia 10 tahun, Daffa berpisah dengan orang tuanya demi menjalani pendidikan di pesantren demi mengkhatamkan Al-Qur’an. Ia pun berhasil menghafal 27 juz Al-Quran dan menjadi salah satu kebanggaan di pesantrennya.

Namun, kabar menyedihkan muncul. Humaira mengidap sakit parah, yakni leukimia stadium akhir. Yusuf pun meminta anak semata wayangnya untuk pulang demi menemani sang ibu yang sisa hidupnya tidak lama lagi.

Babak baru kehidupan Daffa dimulai. Meski sudah tidak di pesantren, Daffa tetap sungguh-sungguh untuk mengkhatamkan Al-Quran di majelis pengajian dekat rumahnya. Bersama teman-temannya, ia belajar bersama dan menularkan teladan kepada mereka untuk menjadi penghafal Al-Qur’an. Usaha Daffa membuahkan hasil. Akhirnya, ia berhasil membahagiakan kedua orang tuanya dengan mengkhatamkan Al-Qur’an hingga 30 juz.

Sementara itu, Daffa selalu setia menemani ibunya yang kondisinya kian memburuk di rumah sakit. Daffa yang telah berjanji kepada sang ayah untuk terus mengabdi kepada ibunya pun harus memilih: harus menemani ibunya atau mengikuti lomba membaca Al-Qur’an tingkat provinsi. Humaira lalu tak tega melihat kegigihan anaknya runtuh karena keadaannya.

Menurut Hastobroto, Surga Menanti memang dikemas untuk memberikan pelajaran berharga kepada para orangtua dan anak-anak soal pentingnya membaca dan mengamalkan Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari. Ia juga menuturkan ingin terus konsisten berdakwah melalui film.

“Ini adalah film pertama produksi Khanza Production. Saya dan Khanza Production tidak akan berhenti membuat film. Ternyata bikin film bikin ketagihan, saya akui. Namun, kami akan berkomitmen untuk kembali mensyiarkan agama Islam dalam film selanjutnya. Kami janji,” ujar Hastobroto.

Surga Menanti sudahtayang di bioskop Tanah Air mulai 2 Juni 2016. Film yang ditulis skenarionya oleh Dyah Kalsitorini ini didukung oleh Yayasan Syekh Ali Jaber yang turut ingin mensyiarkan pentingnya membaca Al-Qur’an dan mengamalkan nilai-nilainya oleh umat Islam di negeri ini.

 

Penulis: Bardjan T

Read More

Editor's Pick

Comment

Latest News