1. HOME
  2.   »  
  3. FILM
  4.   »  
  5. ARTIKEL FILM

Film Terjebak Nostalgia, Masa Lalu yang Enggan Pergi

Reino Ezra | 9 Februari 2016 14:00
Film yang jadi debut akting Raisa ini angkat dilema antara cinta masa lalu dan masa kini.

Muvila.com – Galau, gagal move on, terjebak nostalgia. Beberapa frase ini jadi akrab di pergaulan kaum muda perkotaan Indonesia dalam beberapa tahun belakangan, dan biasanya berkaitan dengan dilema percintaan. Frasa yang disebutkan terakhir mungkin punya asosiasi lebih spesifik, karena dijadikan judul lagu yang dibawakan Raisa Andriana, yang kemudian jadi populer seiring dirilisnya album debut Raisa tahun 2011. Terjebak Nostalgia kini digunakan sebagai judul film drama roman terbaru arahan Rako Prijanto, yang juga memasang Raisa sebagai pemeran utamanya.

Film Terjebak Nostalgia yang skenarionya ditulis Anggoro Saronto ini bukanlah kisah hidup sosok Raisa. Di sini, Raisa digambarkan sebagai karakter wanita muda biasa yang punya bakat di bidang musik, namun belum mendalaminya sejauh Sora (Maruli Tampubolon). Sora tadinya seorang musisi yang dikagumi Raisa, kemudian mereka dipertemukan dan saling jatuh cinta. Hubungan mereka terus berlanjut, sampai akhirnya Sora mendapat beasiswa pendidikan musik ke New York, Amerika Serikat. Kisah cinta mereka kemudian kandas, karena Sora tak kunjung kembali pulang.

Sosok yang baru telah hadir di samping Raisa. Reza (Chicco Jerikho), seorang juru masak yang jadi sahabat Raisa sekaligus terang-terangan menyatakan bahwa ia mencintai Raisa. Akan tetapi, Raisa sendiri belum bisa menerima Reza, karena merasa kisahnya dengan Sora belum selesai. Sepucuk surat dari New York pun semakin menguatkan tekad Raisa untuk mencari keberadaan Sora. Ditemani Reza, Raisa memulai sebuah perjalanan ke New York demi mencari jawaban atas segalanya.

Proyek film Terjebak Nostalgia disebutkan sudah tercetus sejak tahun 2013. Menurut Rako, ide awal cerita ini datang dari dirinya bersama produser Reza Hidayat dari Oreima Films. Film ini awalnya tidak secara spesifik dimaksudkan sebagai film yang dibintangi Raisa ataupun menggunakan lagu-lagunya, namun cerita ini dirasa cocok bila menggunakan judul Terjebak Nostalgia.

"Jadi begini, salah satu sutradara favorit saya itu Shunji Iwai, film-film dia itu yang membuat saya memutuskan jadi sutradara. Salah satu film dia yang paling saya suka judulnya Love Letter (1999). Film Terjebak Nostalgia terinspirasi dari film itu sebenarnya. Lalu kita coba kemas, terus ketika jadi dan pikirin judulnya, Reza came up dengan judul Terjebak Nostalgia," kenang Rako saat ditemui Muvila pekan lalu.

Rako dan Reza kemudian mempertimbangkan tak hanya meminjam judul lagu ciptaan Adrianto Ario Seto tersebut, tetapi juga menggandeng Raisa sebagai pemeran utamanya. Ini diperkuat oleh kesan mereka terhadap penampilan Raisa di video klip "Terjebak Nostalgia" yang dianggap punya potensi akting. Ajakan ini tidak langsung diterima Raisa, yang mengaku saat itu masih ragu untuk langsung melebarkan sayap ke bidang akting.

"Waktu itu yang aku pikir, udah nggak apa-apa pakai judul Terjebak Nostalgia tapi yang main nggak usah aku. Pada saat itu aku ngerasa image sebagai penyanyi belum sekuat itu, kalau aku langsung main film mungkin ada orang yang nggak tahu kalau aku itu penyanyi, jadi aku tolak dulu. Tahun 2015, aku merasa sudah established jadi penyanyi, baru aku berani belajar seni yang lain," ungkap Raisa.

Film Terjebak Nostalgia sendiri melakukan proses syuting di Jakarta dan juga di New York. Selain Raisa, Chicco, dan Maruli, film ini juga turut didukung Khiva Iskak, Dewi Irawan, dan Robby Sugara. Film rilisan Oreima Films dan Kaninga Pictures ini tayang di bioskop seluruh Indonesia mulai 11 Februari.

 

Read More

Editor's Pick

Comment

Latest News