1. HOME
  2.   »  
  3. FILM
  4.   »  
  5. ARTIKEL FILM

Finding Dory, Petualangan Mencari Asal Usul Diri

Reino Ezra | 16 Juni 2016 17:30
Film animasi Pixar terbaru, Finding Dory berfokus pada sosok ikan pelupa yang menelusuri jejak keluarganya.

Muvila.com – Kebesaran nama studio animasi Pixar bersama Disney memang telah terbangun sejak kesuksesan film panjang pertama mereka, Toy Story (1995). Akan tetapi, penanda penting dalam kesuksesan jangka panjang Pixar ada di film Finding Nemo (2003). Inilah film panjang pertama Pixar yang benar-benar meledak di pasaran dengan menghasilkan 936,7 juta dolar AS dari bioskop-bioskop global, ditambah penjualan home video hingga 41 juta keping, yang merupakan salah satu penjualan tertinggi sepanjang masa. Tak hanya itu, film ini juga berhasil menang Piala Oscar untuk Best Animated Feature Film tahun 2004.

Setelah lewat 13 tahun, Pixar dan Disney memutuskan untuk melanjutkannya dalam bentuk sekuel. Namun, jika film pertama berkutat pada pencarian seekor ikan badut Marlin (diisi suara Albert Brooks) terhadap putranya, Nemo (Alexander Gould) yang dicuri manusia, film kedua akan berfokus pada sosok ikan botana pelupa yang jadi sahabat mereka, Dory (Ellen DeGeneres). Film yang masih disutradarai Andrew Stanton ini pun jadinya bertajuk Finding Dory.

Satu tahun setelah Marlin berhasil membawa pulang Nemo (kini diisi suaranya oleh Hayden Rolence) kembali pulang ke rumah mereka di terumbu karang Great Barrier Reef, Dory kini tinggal bersama kedua sahabat barunya. Tetapi, suatu saat Dory mendapatkan kembali bayangan ingatan akan masa lalunya. Sekian lama berkelana di samudera lepas tanpa mengingat lagi orang atau tempat tinggalnya, Dory kini terdorong untuk melacak kembali asal-usulnya. Petunjuknya pun hanya satu yang ia berhasil ingat kembali, yaitu sebuah alamat di California, Amerika Serikat.

Dory bersikeras untuk menyeberangi samudera dan mencari petunjuk rumah asalnya. Marlin yang masih saja serba khawatir tadinya tak mengizinkan, namun akhirnya ia dan Nemo menemani perjalanan Dory. Mereka kemudian sampai ke sebuah pusat rekreasi laut Marine Life Institute di Morro Bay, California. Masalahnya, Dory diambil paksa oleh petugas dan dibawa ke karantina untuk dikirim ke tempat yang jauh. Marlin dan Nemo harus berupaya menemukan Dory lagi, sementara Dory malah menemukan bahwa Marine Life Institute sangat berkaitan erat dengan masa lalunya.

Bukan langkah baru bagi Pixar untuk merilis sekuel dari film-film animasi mereka yang sukses. Akan tetapi, Finding Dory menjadi sekuel dengan jeda terpanjang dari film pertamanya. Pendekatan yang dilakukan film ini pun memang berbeda, karena alih-alih membuat petualangan baru untuk Marlin dan Nemo, fokus cerita bergeser ke Dory, karakter yang sukses mencuri perhatian sejak kemunculannya di Finding Nemo.

"Dia memiliki keinginan untuk mengetahui siapa dirinya dan di mana ia berasal. Saya sendiri selalu memiliki banyak ide mengenai cerita tentang masa lalu Dory, dan dari situ kami memutuskan sudah waktunya untuk mengeksplorasi hal itu," ungkap sutradara Andrew Stanton dalam pernyataannya.

Stanton menyatakan bahwa Dory sebenarnya adalah karakter yang cukup tragis, dengan ingatan terbatas yang membuatnya selalu sendiri. Namun, Dory selalu diselamatkan dengan pembawaannya yang positif dan menyenangkan. Keunikan inilah yang kemudian digali oleh Stanton dan tim Pixar dalam Finding Dory. Tetapi, untuk menjadikan satu cerita utuh tentang Dory rupanya butuh kerja keras, apalagi dalam memindahkan Dory yang tadinya menonjol sebagai tokoh pendukung di Finding Nemo, menjadi tetap menarik saat bergeser jadi tokoh utama.

"Kami tak menyadari (betapa sulitnya) sampai pada titik bahwa kami telah membuat tokoh dengan gangguan ingatan jangka pendek yang menjadi cerminan tokoh lain untuk berkembang dalam sebuah cerita film. Kami mengumpulkan banyak orang-orang cerdas berpikir keras selama satu, dua tahun untuk menemukan cara bagaimana menghasilkan perkembangan serupa dari tokoh yang berbeda," ucap Stanton, seperti dilansir L.A. Times.

Akhirnya, dengan landasan menggali tentang asal usul Dory, film ini menggunakan flashback atau kilas balik dalam beberapa adegan, ditambah dengan perkenalan tokoh-tokoh baru yang ditemui Dory. Tokoh-tokoh ini mencakup sahabat lamanya, ikam hiu paus Destiny (Kaitlin Olson), paus beluga Bailey (Ty Burrell), serta yang jadi pendamping Dory dalam pencariannya, sang gurita penyamar bernama Hank (Ed O'Neill). Sementara itu, dalam beberapa adegan flashback akan diperkenalkan sosok kedua orang tua Dory, Jenny (Diane Keaton) dan Charlie (Eugene Levy).

Film Finding Dory kini sudah bisa disaksikan di bioskop-bioskop Indonesia mulai 16 Juni ini. Untuk penayangan di beberapa bioskop, film ini juga tersedia dalam versi Bahasa Indonesia dengan judul Mencari Dory, yang menampilkan suara dari sosok terkenal seperti Syahrini, Raffi Ahmad, hingga Maria Oentoe. Tonton trailer-nya di bawah ini.

Read More

Editor's Pick

Comment

Latest News