1. HOME
  2.   »  
  3. FILM
  4.   »  
  5. ARTIKEL FILM

Hours Tumpahkan Isi Hati Paul Walker

Angga Rulianto | 17 Desember 2013 20:05
Hours menjadi salah satu film terakhir yang dimainkan mendiang Paul Walker dan punya kisah sesuai dengan karakter serta isi hati sang aktor.

Angin topan Katrina berkecepatan 225 km per jam menerjang kota New Orleans pada akhir Agustus 2005. Dalam waktu singkat, aktivitas kota jadi kacau balau. Angin yang disertai hujan deras itu lalu memecahkan kaca jendela lobby di lantai satu sebuah rumah sakit. Orang-orang di dalamnya pun jadi ketakutan dan diperintahkan staf rumah sakit untuk pindah ke lantai atas. 

Tapi, Nolan Hayes (Paul Walker) diam saja. Pria itu menunduk sambil menutup mukanya, seolah tidak terjadi apa-apa. "Dokter menyuruhku untuk tetap menunggu di sini," kata Nolan, merespon pertanyaan staf rumah sakit. Nolan bukan hanya menunggu, tapi dia juga deg-deg-an dan tidak tenang. Soalnya, istrinya, Abigail (Genesis Hayes), sedang berjuang untuk melahirkan anak pertama mereka.

Namun nasib baik tidak berpihak kepada Nolan pada saat itu. Meski bayi perempuannya selamat, tapi Abigail meninggal tak lama setelah melahirkan. Livernya tidak kuat lagi, kata dokter Edmonds (Yohance Myles) yang menangani proses persalinan Abigail. Nolan tak bisa berbuat apa-apa dan berusaha menerima kenyataan pahit itu. 

Paul Walker dan Genesis Hayes dalam adegan Hours.

Apalagi, ternyata bayi perempuannya belum bisa bernapas sempurna. Karena lahir lebih cepat beberapa minggu dari jadwal seharusnya, si jabang bayi harus memakai inkubator untuk bernapas. Dokter Edmonds memperkirakan bayi Nolan harus berada di dalam inkubator itu selama 48 jam. Semua lalu berjalan baik-baik saja, sampai akhirnya seisi rumah sakit harus dievakuasi ke rumah sakit lain karena topan makin mengamuk.

 

--Paul Walker dinilai sang sutradara film Hours mengeluarkan isi hatinya dalam aktingnya--

Read More

Editor's Pick

Comment

Latest News