1. HOME
  2.   »  
  3. FILM
  4.   »  
  5. ARTIKEL FILM

Ingin Star Wars Lebih Nyata, CGI Jadi Opsi Terakhir J.J. Abrams

Muhammad Rizal Fikri | 17 Desember 2015 07:00
Tak menggantungkan pada kemampuan efek visual CGI, The Force Awakens buat banyak properti dan model untuk keperluan syuting.

Muvila.com – Pemakaian Computer-generated Imagery (CGI) dalam pembuatan film-film di Hollywood menuai banyak komentar. Ada yang tak mempermasalahkannya. Ada pula yang tak menyukainya karena penggunaan CGI dalam porsi besar dalam film-film, seperti Avengers: Age of Ultron dan Jurassic World, dianggap kurang mengandung nilai seni. Terkait dengan hal ini, J.J. Abrams berusaha untuk membuat Star Wars: The Force Awakens dengan cara berbeda, yaitu menempatkan CGI sebagai pilihan terakhir.

Rupanya, Abrams bersama Rian Johnson (sutradara Star Wars Episode VIII) berusaha untuk menghidupkan franchise film Star Wars dengan cara alternatif. “Di mana pun, kapan pun mengenai apa pun jika itu mungkin, kami sebisa mungkin akan mencoba untuk membuat semua adegan di depan kamera,” jelas Abrams kepada Associated Press.

Dengan niatan itu, Abrams tak memungkiri jika tahap produksi film yang akan dilakukannya akan jauh lebih rumit dan jauh lebih mahal. “Hal itu berarti kami akan memerlukan banyak seniman, kami akan membangun sesuatu bukan dengan teknik digital, tetapi dengan kayu, cat, dan bahan-bahan lainnya. Kami akan benar-benar membangun set syuting yang sebenarnya bisa dilakukan pada pascaproduksi (dengan CGI),” tambah Abrams.

“Cara ini akan memberi para aktor dan aktris untuk benar-benar berada di sebuah tempat yang menjadi set syuting, sinar matahari atau pencahayaannya juga asli. Hal ini akan memberi sebuah kesan bahwa ini adalah hal yang nyata bukan buatan,” lanjut Abrams.

Menggunakan teknik ini juga memberikan Abrams ketenangan, sehingga ia tak perlu khawatir jika nantinya efek visual ternyata tak cocok untuk dimasukkan ke dalam layar saat pascaproduksi. Karena dengan practical effects tersebut, Abrams benar-benar membangun properti yang digunakannya untuk syuting.

“Rasanya sangat menyenangkan tak perlu khawatir tentang 'akankah pesawat itu terlihat bagus di kamera?' Karena dengan practical effect, kami benar-benar membangun pesawat dan syuting bersamanya,” kata Abrams.

Berbicara mengenai practical effect dan visual effect ini, penulis tentang film, Ben Falk, juga mendukung upaya Abrams ini. “Dalam dunia film yang didominasi oleh superhero dan alien, saya pikir banyak sineas film sekarang yang merasa bahwa mereka harus membuat sesuatu yang nyata, yang bisa disentuh. Boneka Master Yoda di Star Wars akan selalu lebih baik dari CGI Master Yoda,” jelas Ben, seperti dikutip BBC.

Sutradara film lain yang baru-baru ini juga melakukan proses syuting dengan practical effect adalah Quentin Tarantino ketika membuat The Hateful Eight. Film ini menampilkan suasana badai salju yang sangat dingin. Tarantino pun membuat set ruangan menjadi layaknya lemari es, sehingga napas dingin yang keluar dari para pemain adalah nyata.

Sutradara kondang Christopher Nolan (trilogi The Dark Knight) juga mengeluarkan pendapat mengenai hal ini. “Ada perbedaan pasti antara animasi dan fotografi. Saya lebih memilih sebuah film yang memberikan sebuah kesan yang nyata, jadi untuk itu penggunaan CGI harus dilakukan dengan lebih hati-hati,” jelas Nolan.

Read More

Editor's Pick

Comment

Latest News