1. HOME
  2.   »  
  3. FILM
  4.   »  
  5. ARTIKEL FILM

4 Lagu dalam Surat dari Praha Hadir Sebagai Pembangun Cerita

Reino Ezra | 28 Januari 2016 13:00
Film Surat dari Praha juga jadi bagian merayakan 20 tahun Glenn Fredly berkarya di dunia musik.

Muvila.com – Film terbaru karya sutradara Angga Dwimas Sasongko, Surat dari Praha sejak awal diproduksi telah diumumkan sebagai salah satu bentuk perayaan 20 tahun karier musik musisi Glenn Fredly. Perwujudannya adalah dengan dimasukkannya lagu-lagu karya Glenn dalam cerita film ini. Namun, lagu-lagu yang terpilih justru bukan tergolong lagu populer dari Glenn, bahkan lagu-lagu ini jarang diketahui publik selain para penggemar setia Glenn.

Total ada empat lagu karya Glenn yang menjadi bagian dari film ini. Lagu-lagu tersebut adalah "Nyali Terakhir" dari album Lovevolution (2010), "Sabda Rindu", "Untuk Sebuah Nama", dan "Menanti Arah", ketiganya terambil dari album Luka, Cinta, dan Merdeka (2012). Dalam filmnya, lagu "Nyali Terakhir" dan "Sabda Rindu" dinyanyikan oleh kedua pemeran utamanya, Julie Estelle dan Tio Pakusadewo.

Surat dari Praha mengisahkan seorang wanita muda bernama Laras (Julie) menelusuri masa lalu ibunya, yang membawanya pada sosok Jaya (Tio), seorang eksil politik Indonesia di Praha, Republik Ceko. Menurut Angga, lagu-lagu Glenn punya andil penting dalam membangun karakter-karakter ini. Sehingga, ia harus memilih yang paling tepat kendati kurang populer. "Kita mencari lagu yang bisa menyusun ceritanya," tegas Angga dalam konferensi pers di Jakarta, 25 Januari lalu. 

"Kenapa 'Sabda Rindu', karena secara lirik sangat klasik. Maksudnya, ketika lirik-lirik ini diciptakan oleh tokoh Jaya, sangat make sense. Karena Jaya sudah sangat tua, hidup di masa 60-70-an, generasi saat itu pasti punya preferensi kata sendiri, dan lagu ini menggambarkan itu. Lalu kita cari dari sisi perempuan, kita dapat 'Nyali Terakhir', menurut saya ini signature song-nya Glenn, lagu galau sedunia," jelas Angga.

Sementara itu Angga juga memilih dua lagu lain yang dibawakan sendiri oleh Glenn untuk mendukung suasana cerita. "Untuk Sebuah Nama" dipilih untuk menggambarkan emosi, karena menurutnya lagu tersebut menyimpan amarah sekalipun masih bertema cinta. Sementara lagu "Menanti Arah" dianggap mewakili keseluruhan cerita Surat dari Praha yang menyentuh soal cinta, sejarah, hingga politik.

"Ketika dengerin itu, saya dan Ipang (penulis skenario M. Irfan Ramli, red.) langsung merasa lagu ini bisa ngejahit semuanya. Karena di lagu ini Glenn nggak bicara cinta seperti selama ini banyak didengar pendegarnya, tetapi lebih bermain dengan konteks sosial, politik, dan cocok banget dengan Surat dari Praha. Empat lagu Glenn dan data dari Praha ini kita lebur jadi skenario," papar Angga.

Glenn sendiri—yang menjabat produser musik dan produser eksekutif—mengaku bangga bahwa keempat lagunya itu bisa menjadi bagian dari Surat dari Praha. Ia bahkan memuji pilihan sang sutradara yang tidak memakai lagu-lagunya yang populer, apalagi untuk film yang memuat isu yang cukup penting.

"Ini sebuah pencapaian yang membanggakan buat saya di tahun yang ke-20, bisa bekerja sama dengan orang-orang hebat yang punya visi, yang punya misi, yang punya hati yang ditaruh bersama. Kita bukan berbicara keakuan, tetapi justru tentang apa yang bisa kita buat bersama untuk menjawab kegelisahan yang ada pada kita masing-masing. Saya bangga dengan tim yang tak hanya mengutamakan kepentingan komersil, tetapi juga idealisme dalam berkarya," ungkap Glenn.

Film Surat dari Praha akan tayang di bioskop nasional mulai 28 Januari ini. Sementara dua lagu soundtracknya, "Sabda Rindu" dan "Nyali Terakhir" sudah dijual dalam format digital. Di bawah ini adalah video musik untuk "Nyali Terakhir" yang dinyanyikan Julie Estelle.

Read More

Editor's Pick

Comment

Latest News