1. HOME
  2.   »  
  3. FILM
  4.   »  
  5. ARTIKEL FILM

Ini Bedanya Bioskop 21 dan XXI

Reino Ezra | 8 Maret 2015 11:00
Copyright: Muvila
Mewakili pihak Cinema 21, Catherine Keng konfirmasi perbedaan bioskop 21 dan XXI

Muvila.com – Di era 1990-an, kompleks bioskop 21 sangat berjaya, bahkan jadi salah satu daya tarik utama pusat-pusat keramaian di kota-kota besar. Namun, memasuki milenium baru, muncul label kompleks bioskop baru, yaitu XXI. Tak terlalu sulit ditebak bahwa XXI sebenarnya adalah 21 dalam wajah baru—pada dasarnya dua angka ini dibaca 'dua puluh satu'. Bioskop XXI memang sekilas tampak lebih mewah dari 21. Akan tetapi, selain tampilan luarnya, sebenarnya tidak ada perbedaan mencolok dari keduanya, baik dari fasilitas, pelayanan, maupun harga tiketnya. Lalu, apa sebenarnya yang membedakan 21 dengan XXI?

Corporate Secretary Cinema 21, Catherine Keng memberikan jawabannya kepada Muvila. Saat ditemui di kantornya di Jakarta, bulan lalu, Catherine menjelaskan bahwa XXI adalah langkah rebranding dari Cinema 21 yang telah berlangsung sekitar satu dekade ini. "Sebenarnya XXI maupun 21 itu sama saja. Kami berharap, tiga empat tahun ke depan 21 sudah hilang semua, jadi XXI," ungkap Catherine.

Catherine mengungkapkan bahwa langkah ini dilakukan, mengingat usia brand 21 yang telah cukup lama. Brand 21 sendiri sudah digunakan sejak tahun 1987 sebagai bioskop pertama di Indonesia dengan konsep multipleks, yaitu satu lokasi bioskop memiliki lebih dari satu layar. Sebelumnya, bioskop lebih banyak tersedia dengan konsep single-screen, yaitu satu bioskop satu layar.

"Setelah ada multipleks 21, semua tempat yang kami kembangkan jadi 21. Tahun 2004, kami melakukan rebranding. Kami upgrade secara interior dan semuanya, termasuk logonya, jadi XXI," jelas Catherine.

"Jadi, hampir semua 21 dalam 10-11 tahun ini kami usahakan sudah upgrade ke XXI. Memang masih ada bioskop yang belum kami upgrade, karena di satu sisi kami ekspansi terus, di sisi lain kita coba upgrade bioskop yang sudah ada. Tapi memang belum semua ter-handle. Inginnya sih semua dalam satu-dua tahun, tapi kan nggak bisa. Pasti ada yang masih tertinggal dan belum di-upgrade," jelas Catherine lagi.

Sekadar informasi, bioskop pertama dengan brand XXI ada di pusat perbelanjaan Plaza Indonesia EX, Jakarta, yang kini sudah tutup karena gedungnya dialihfungsikan sejak tahun 2014. Setelah itu, secara berkala bioskop-bioskop baru yang dikelola grup Cinema 21 dibangun dengan brand XXI, serta perlahan beberapa bioskop 21 yang sudah ada berubah jadi XXI.

Hingga sekarang, grup 21 menjadi jaringan bioskop terbesar dengan memiliki lebih dari 750 layar yang tersebar di berbagai lokasi seluruh Indonesia, baik dalam brand 21 maupun XXI, juga bioskop kelas khusus The Premiere dan IMAX.

Nah, bagi yang sudah telanjur terikat dengan brand 21, siap-siap untuk mengucapkan selamat tinggal dalam beberapa tahun mendatang, ya.

Foto: Windy Sucipto

Read More

Editor's Pick

Comment

Latest News