1. HOME
  2.   »  
  3. FILM
  4.   »  
  5. ARTIKEL FILM

Jadi Sutradara BTS AADC 2, Wregas Bhanuteja Tekan Ego

Lusi Triana | 12 Desember 2015 15:00
Demi memperlancar pekerjaannya, Wregas Bhanuteja juga harus berusaha mendekatkan diri dengan para pemain AADC 2. Kenapa?

Muvila.com – Kantor Miles Films, terlihat begitu sepi saat Muvila mengunjunginya pada Selasa siang lalu. Kedatangan kami pun disambut dengan ramahnya oleh Wregas Bhanuteja. Dengan menggunakan kaos hitam, ia pun mempersilakan kami untuk duduk di ruangan yang berada tak jauh dari lobi Miles Films.

Selain dikenal dikenal sebagai sutradara muda film pendek Lembusura yang berkompetisi di Berlin International Film Festival (Berlinale) ke-65, Wregas juga sudah beberapa kali menjadi asisten sutradara untuk beberapa film produksi Miles Films. Salah satunya film Sokola Rimba (2013) garapan Riri Riza.

Kini, Aga, sapaan akrabnya, tengah menjadi sutradara behind the scene film sekuel Ada Apa Dengan Cinta (AADC). Meski ini bukan kali pertama Aga dipercaya oleh Miles Films sebagai sutradara behind the scene, sutradara film pendek Lemantun ini mengatakan bahwa proyek behind the scene film AADC 2 mempunyai tantangan yang banyak dibandingkan film sebelumnya. Bagaimana tidak, sedikit saja dia salah memasukkan footage, penonton video behind the scene bisa membuat asumsi tersendiri terhadap cerita AADC 2 tersebut.

“Bedanya sama behind the scene film-film yang lain, Sokola Rimba, Pendekar Tongkat Emas atau film yang syuting di Makassar (filmnya belum tayang dan judulnya masih tentatif, red), ketiga film tersebut tidak punya sekuel sebelumnya. Mereka berdiri sendiri yang penonton tidak punya ekspektasi dan buta sama sekali. Mereka nggak tahu. Tapi AADC di Indonesia semua udah nonton, kalau gue menampilkan behind the scene tokoh ini ketemu tokoh yang satunya, nanti penonton bisa berspekulasi ceritanya seperti apa atau spoiler. Mereka akan membuat asumsi itu, makanya itu juga jadi tantangan,” paparnya.

Selain itu, menurut Aga, sebagai sutradara behind the scene, ia diharuskan untuk menekan egonya untuk memberikan nuansa atau ciri khas dirinya sebagai filmmaker, demi menyelaraskan video behind the scene dengan kepentingan filmnya.

“Menyeimbangkan ego dan kebutuhan. Misalnya gue pengen behind the scene ini ada sedikit sentuhan metaforanya atau ada semiotiknya. Tetapi di sini gue harus memahami bahwa gue mengerjakan behind the scene di sini untuk membantu publikasi film ini (AADC 2), adalah untuk kepentingan promosi atau supaya masyarakat mengenal film AADC 2. Menyeimbangkan itu yang menjadi tantangannya,” jelas sutradara berusia 23 tahun ini.

Sebagai sutradara behind the scene, ia juga diharapkan mampu tetap bekerja tanpa mengganggu ataupun menghambat jalannya syuting AADC 2. Untuk memperlancar pekerjaanya itu, ia juga harus membuat para pemain nyaman dengan keberadaannya. Tentu hal ini ia lakukan dengan cara mendekatkan diri dengan para pemain film AADC 2, khususnya Nicholas Saputra, Dian Sastrowardoyo, Adinia Wirasti, Titi Kamal dan Sissy Prescillia.

“Gue lakukan dengan mengobrol, makan bersama mereka, jalan bersama mereka sehingga mereka jadi lebih nyaman dengan keberadaan gue. Dengan gue sebagai behind the scene itu lebih kayak temen bukan orang yang pengen ngerekam apa pun yang mereka lakukan,” ungkap Aga.

Ia pun melanjutkan, ”Keberaaan gue ini harus tetap merekam tanpa mengganggu mereka bekerja. Itu susah banget. Kalau gue ada kemampuan menghilang gitu ya, atau gue punya semacam kamera yang bisa melayang di atas mereka, gue akan seneng banget. Tapi gue harus berada di situ membawa monopod dan kamera gue”.

Dalam pekerjaannya kali ini, ia mengerjakan seluruh proses pembuatan video behind the scene dan video diary ini sendiri. Mulai dari mengambil gambar, menentukan alur cerita hingga editing video. Meski beberapa sutradara behind the scene film lainnya biasanya mempunyai kru, Aga mengaku tidak merasa kerepotan bekerja sendiri. Malah, ia merasa lebih efisien dan tidak membuat lokasi syuting semakin sesak. Ia pun terbantu dengan area yang digunakan syuting film ini hanya berlingkup indoor atau ruangan yang tidak begitu luas.

“Gue ngerasa ketika gue bekerja sendiri yang merekam gue, meng-interview gue, mengedit gue, gue bisa memahami betul syutingnya seperti apa, perjalanan syutingnya seperti apa karena gue melihat sendiri kejadian itu dibanding kalau gue cuma duduk dan nanti ngedit apa yang dilakukan cameraman gue, gue nggak akan memahami gitu. Jadi memang gue pas dibilang sendiri aja, ya ok, sekalian sambil mendalami. Kalau orang berbeda yang bekerja, gue belum tentu lebih memahami footage yang cameraman gue ambil, atau editor gue yang nggak ikut syuting tapi terus disuruh ngedit,” jelas mahasiswa lulusan Institut Kesenian Jakarta (IKJ) ini.

Hingga kini telah ada dua video diary film AADC 2 yang telah tayang di saluran YouTube Miles Films. Selanjutnya akan ada dua lagi video diary untuk segmen syuting Jakarta dan New York. Miles Film juga akan merilis video behind the scene berdurasi lebih panjang, yaitu 24 menit. Film AADC 2 garapan Riri Riza yang telah syuting di Yogyakarta dan Jakarta ini dijawalkan tayang pada April 2016. Yuk saksikan video diary film AADC 2 karya Wregas berikut ini.

Foto: Ivan Marlianto

Read More

Editor's Pick

Comment

Latest News