1. HOME
  2.   »  
  3. FILM
  4.   »  
  5. ARTIKEL FILM

Kisah Nyata yang Pilu Jadi Inspirasi Film ILY from 38.000 Feet

Mia Vita Della | 16 Juni 2016 17:00
Kisah nyata seorang pramugari yang meninggal dalam kecelakaan pesawat menjadi inspirasi film I Love You From 38.000 ft.

Muvila.com – Ada satu potongan adegan yang menyentuh dalam trailer film I Love You (ILY) from 38.000 Feet, yakni tokoh Arga (Rizky Nazar) menulis kalimat "I Love You From 38.000ft" di secarik kertas lalu ditempelkan di kaca jendela pesawat. Kalimat itu adalah pesan yang ditujukan untuk Arletta (Michelle Ziudith) yang dicintai Arga.

Tulisan di secarik kertas itu mengingatkan kembali pada unggahan foto di Instagram milik mendiang Khairunnisa Haidar Fauzi, pramugari yang meninggal dunia dalam kecelakaan pesawat Air Asia pada 28 Desember 2014. Adakah hubungan kisah film ILY from 38.000 Feet ini dengan Khairunnisa Haidar Fauzi?

"Gue udah bertemu dengan keluarganya sekalian promosi film ke Palembang. Keluarganya Nisa kan orang Palembang. Kita klarifikasi ke keluarganya dan jelasin kalau kisah film ini sama sekali nggak ada sangkut pautnya dengan kisah hidup almarhum Nisa (sapaan akrab Khairunnisa), tapi memang kita terinspirasi dari situ. Mereka baik-baik saja. Dari awal memang nggak permasalahkan itu sih," ujar Rizky Nazar dalam wawancara dengan Muvila pada Senin, 13 Juni lalu.

Nisa meninggal dalam kecelakaan pesawat Air Asia QZ8501. Jenazahnya pun ditemukan oleh tim Search and Rescue (SAR). Sekitar dua minggu sebelum musibah tersebut terjadi, Nisa sempat meninggalkan pesan menyentuh di Instagramnya.

Ia mengunggah foto sebuah tisu bertuliskan "I Love You from 38.000 ft" yang diletakkan di kaca jendela pesawat. Kalimat pesan Nisa itu diyakini untuk kekasihnya. Pesan Nisa ini sempat menjadi trending topic, bahkan akun Instagramnya mendapat ribuan ucapan duka.

Perempuan asal Palembang bergabung sebagai salah satu pramugari AirAsia QZ8501 sejak tahun 2013. Mengutip Liputan 6, keinginan Nisa menjadi pramugari ini sudah muncul saat dia menempuh kuliah di Fakultas Hukum Universitas Sriwijaya. Dia lalu mengejar cita-citanya dan berhasil diterima menjadi pramugari maskapai AirAsia.

"Dia cantik dan pintar. Menjadi pramugari selalu menjadi impiannya" kata Haidar Fauzi, ayah Nisa seperti dikutip SkyNews. Meskipun ia mengetahui resiko yang bakal dihadapi putrinya, tapi ia tak mampu melarangnya, lantaran Nisa sangat mencintai pekerjaannya. "Kami tidak dapat menghentikannya," imbuhnya. 

Nisa meninggal dunia pada usia 22 tahun. Jenazahnya dikebumikan di kompleks pemakaman keluarga di kawasan Tempat Pemakaman Umum (TPU) Bukit Kecil, Palembang.

Read More

Editor's Pick

Comment

Latest News