1. HOME
  2.   »  
  3. FILM
  4.   »  
  5. ARTIKEL FILM

Kontroversi 'Naura dan Genk Juara', Tonton Dengan Pikiran Jernih!

Tim Editor | 24 November 2017 15:44
Belum seminggu tayang di bioskop, film musikal anak Naura dan Genk Juara sudah ramai jadi bahan perbincangan. Ada apa ya?

Muvila.com – Belum seminggu tayang di bioskop, film musikal anak Naura dan Genk Juara sudah ramai jadi bahan perbincangan. Bukan hanya hal positif saja, ternyata film ini pun menuai komentar negatif. Beberapa hari belakangan, terjadi kontroversi soal tokoh antagonis yang mendiskreditkan islam, seperti yang dituduhkan oleh dokter Nina Asterly

Menyusul kemudian, sebuah petisi yang diinisiasi oleh Windi Ningsih yang meminta untuk menghentikan tayangnya film anak yang dianggap melecehkan agama ini. Sudah hampir 50 ribu orang yang ikut menandatangani petisi ini, dengan ataupun tanpa menggali terlebih dahulu kebenarannya, juga tanpa menelaah dengan kepala dingin dan pikiran terbuka.

Ketua Umum Asosiasi Produser Indonesia (APROFI), Fauzan Zidni menanggapi masalah ini dengan melihat sisi positif dari film Naura dan Genk Juara. Menurutnya, film ini bagus untuk anak, karena banyak scene yang mengajarkan anak untuk mencintai alam, mencintai ilmu pengetahuan, juga tentang bagaimana bekerjasama dan menjalin persahabatan secara positif.

Fauzan menyayangkan tuduhan yang disampaikan terhadap sutradara Eugene Panji yang dianggap menistakan agama lewat filmnya. “Saya cuma berharap pihak yang ramai membuat ini menjadi kontroversi, untuk menonton kembali filmnya, lalu menilai dengan pikiran jernih. Jangan apa-apa langsung dituduhkan penistaan agama. Tolonglah bisa lebih bijak dengan memisahkan antar karya seorang filmmaker dengan pilihan politik yang pernah dia pilih.” ungkap Fauzan.

Memang sudah lama Indonesia tak punya tontonan yang sehat dan ramah untuk anak-anak di layar lebar. Film musical ini mengingatkan kita kembali pada masa kejayaan Petualangan Sherina yang juga edukatif. Menurut Ketua Umum Indonesian Film Director Club (IFDC), Lasja F. Susatyo, Eugene sudah membuat karya yang sangat baik dan harus diapresisi.

“Marilah kita tetap menjadi bangsa yang toleran dan tidak menjadi bangsa pemarah. Penggunaan dalil penistaan agama untuk hal yang paling innocent seperti tontonan anak malah menyuburkan bibit kebencian dari rasa curiga sejak usia dini. Ibu yang bijak adalah kunci dari pendidikan toleransi di negara ini,” tutur Lasja.

Well, di balik ingar-bingar mereka yang sudah menantikan rilisnya film ini sejak menonton trailer-nya, ternyata ada orang-orang yang kecewa dan kontra. Kalau kamu sendiri termasuk #TeamProNaura atau #TeamKontraNaura nih?

Read More

Editor's Pick

Comment

Latest News