1. HOME
  2.   »  
  3. FILM
  4.   »  
  5. ARTIKEL FILM

Lagi, Film Pendek Indonesia Masuk Critics' Week Cannes

Reino Ezra | 20 April 2016 16:30
Film pendek Prenjak karya Wregas Bhanuteja akan berkompetisi di salah satu ajang paralel Festival Film Cannes 2016.

Muvila.com – Indonesia lagi-lagi akan bersuara di ajang film internasional. Film pendek Indonesia berjudul Prenjak (In the Year of the Monkey) karya sutradara Wregas Bhanuteja resmi terpilih sebagai peserta kompetisi film pendek di Semaine de la Critique atau International Critics' Week ke-55 di Cannes, Prancis. Ajang ini diselenggarakan oleh asosiasi kritikus film di Prancis yang akan berlangsung 12-20 Mei 2016, paralel dengan penyelenggaraan Festival Film Cannes 2016 selama 11-22 Mei.

Berdasarkan deskripsi dalam buku acara Critics' Week, Prenjak mengisahkan dua karakter, Diah dan Jarwo, yang membuat sebuah transaksi. Diah yang butuh uang menawarkan Jarwo korek api dengan harga tinggi untuk dipakai melihat kemaluan Diah. Keikutsertaan film Prenjak di Critics' Week akan juga jadi pemutaran perdana film ini di hadapan publik.

Prenjak akan berkompetisi dengan 10 film pendek dari berbagai negara yang akan dinilai oleh dewan juri internasional. Dengan demikian, film ini berpotensi untuk merebut hadiah Leica Cine Discovery Prize sebesar 4.000 euro untuk film pendek terbaik. Selain itu, film-film pendek yang berkompetisi juga berkesempatan meraih Canal+ Award, yang membuka peluang penayangan filmnya di televisi Prancis.

Prenjak merupakan film pendek terbaru Wregas, yang sebelumnya telah beberapa kali menuai prestasi lewat film-film pendeknya. Di antaranya film Lemantun yang menang di XXI Short Film Festival 2015, Lembusura yang masuk kompetisi di Berlin International Film Festival 2015, dan yang terbaru, The Floating Chopin yang berkompetisi di Hong Kong International Film Festival 2016. Selain membuat film pendek karyanya sendiri, Wregas juga diketahui telah menggarap behind-the-scene film Ada Apa dengan Cinta? 2 (AADC 2).

Keikutsertaan Prenjak di ajang ini menyusul pencapaian film The Fox Exploits the Tiger's Might karya Lucky Kuswandi, yang masuk kompetisi yang sama pada tahun 2015. Selain itu, seperti diberitakan sebelumnya, tahun ini ada pula proyek film Marlina the Murderer in Four Acts karya Mouly Surya yang mewakili Indonesia dalam ajang Cinéfondation L'Atelier di Cannes. Ajang ini merupakan wadah pertemuan filmmaker dengan calon investor dan mitra produksi dari seluruh dunia dalam mendukung penyelesaian proyek-proyek film peserta.

Foto: Ivan Marlianto/dok. Muvila

Read More

Editor's Pick

Comment

Latest News