1. HOME
  2.   »  
  3. FILM
  4.   »  
  5. ARTIKEL FILM

Para Iblis Jalanan Ini Tak Takut pada Tong Setan

Angga Rulianto | 31 Maret 2016 14:30
Copyright: Viddsee
Tonton film pendek dokumenter Iblis Jalanan yang sudah memenangkan penghargaan Film Terbaik dari festival-festival film ini.

Muvila.com – Jika ada lahan yang kosong, itulah tempatnya Pasar Malam. Inilah sarana hiburan untuk masyarakat kelas menengah bawah. Seperti halnya wahana hiburan modern untuk masyarakat kelas menengah atas, di dalam Pasar Malam juga tersaji lengkap berbagai wahana permainan, pertunjukan hingga kios yang menjual segala rupa barang maupun pernak-pernik. Yang bikin berbeda, di Pasar Malam tentu harganya lebih murah. Dan, satu lagi yang berbeda, di Pasar Malam ada Tong Setan. 

Tong Setan namanya memang seram. Tapi jangan harap di dalamnya ada setan jadi-jadian layaknya yang muncul di wahana rumah hantu. Bagi yang belum tahu, di wahana ini, yang memang berbentuk seperti tong raksasa, selalu ada motor serta pengendaranya yang beratraksi mengitari permukaan dalam tong raksasa hingga nyaris menyentuh bibir teratas. 

Dengan kecepatan tinggi tertentu, para pembalap ini menggeber gas motornya sehingga tercipta gaya tekan normal terhadap permukaannya yang membuat mereka tak terjatuh. Di sini, gravitasi dimanipulasi, dan para penonton Tong Setan menyukainya. Para pembalap pun dielu-elukan. Dua di antaranya adalah Abdul Kohar Arogim asal Jepara, Jawa Tengah, dan Eko Susanto dari Blora, Jawa Tengah. Mereka hidup berpindah-pindah mengikuti ke mana Pasar Malam akan berdiri. 

Sebagai pembalap motor di Tong Setan, Abdul dan Eko didorong bukan semata-mata karena motif ekonomi, tapi lebih akibat adrenalin dan merasa ditantang oleh nyali. Inilah yang ditunjukkan dalam film pendek dokumenter Iblis Jalanan karya sutradara Salman Farizi. Karenanya tak mengherankan jika Abdul dan Eko tak merasa kapok untuk kembali menggeber motor di dalam Tong Setan, walau sudah berkali-kali jatuh dan cedera. 

Kepala bocor, tulang patah, tubuh tertembus batang besi, hingga menyaksikan teman sesama pembalap meregang nyawa sudah mereka alami. Toh mereka bangkit lagi. Mereka tak mau takluk oleh rasa takut. "Ya nggak kapok, namanya orang hobi, ya," kata Abdul di depan kamera film Iblis Jalanan yang dioperasikan oleh Sesarina Puspita dan Dana Putra. 

Film pendek dokumenter Iblis Jalanan sudah diputar di berbagai festival film dan memenangkan penghargaan sebagai Film Terbaik. Sebut saja dari XXI Short Film Festival 2015, Europe On Screen 2015, dan Festival Sinema Prancis 2015. Kini, Iblis Jalanan sudah bisa ditonton secara online di Viddsee. Tonton di bawah.

Read More

Editor's Pick

Comment

Latest News