1. HOME
  2.   »  
  3. FILM
  4.   »  
  5. ARTIKEL FILM

Teknik Marketing Tepat, Film pun Laris Manis

Muhammad Rizal Fikri | 9 November 2015 13:00
Bagaimana teknik marketing tertentu bisa mempengaruhi kesuksesan film-film summer box office pada tahun ini?

Muvila.com – Jika berbicara soal film-film terlaris, pikiran kita langsung menuju pada jajaran film-film blockbuster sukses yang dirilis pada musim panas, yaitu pada medio Juni hingga akhir Agustus setiap tahunnya. Tahun ini, film-film summer box office banyak yang mencatat rekor. Antara lain, Jurassic World garapan Colin Trevorrow yang mencetak pendapatan tertinggi di Amerika pada hari perdana perilisannya. Jurassic World pun menjadi film terlaris ketiga sepanjang masa secara global. Sejauh ini, Jurassic World juga menjadi film terlaris tahun ini.

Kesuksesan film-film summer box office ini tak terlepas dari inovasi teknik marketing tiap filmnya. Marketing ini dilakukan untuk membangun sebuah awarenes tentang adanya produk film kepada pangsa pasarnya, yaitu para penonton. Tak sedikit dana yang dihabiskan para distributor film dalam mempromosikan sebuah film. Contohnya film Mad Max: Fury Road (George Miller, 2015), yang menghabiskan sekitar 9,2 juta dolar AS hanya untuk promosi. Jumlah tersebut setara dengan Rp 1,2 triliun.

Dari tahun ke tahun, teknik marketing dan promosi sebuah film pun selalu berkembang. Teknik ini bisa dikatakan mengikuti tren tiap zamannya, tetapi harus tetap menunjukkan kreativitas sehingga bisa menghasilkan keterikatan (engagement) dan ketertarikan yang tinggi di mata calon penonton.

Berbicara soal engagement sebuah film dengan para penggemar atau penontonnya, sebuah infografis dari Fan Grader situs Mavrck mengungkapkan data engagement beberapa film summer box office dengan para pengguna Facebook. Data tersebut menggambarkan superioritas Jurassic World dalam hal engagement terhadap fans.

Jurassic World ternyata melebihi film-film lainnya dalam hal mengumpulkan likes, comment, dan replies di Facebook. Lebih dari 160 ribu pengguna Facebook berinteraksi dengan film Jurassic World. Di posisi kedua ada film Pitch Perfect 2, disusul oleh Mad Max: Fury Road. Secara mengejutkan, sekuel The Avengers, Avengers: Age of Ultron hanya mendapat sedikit interaksi di Facebook.

Hal unik terjadi dalam film Age of Ultron, meskipun interaksi dengan penggemarnya kecil. Film ini disebut situs Mavrck sebagai sebuah film yang bisa menjual dirinya sendiri. Hal ini benar adanya, karena penghasilan hari pertama Age of Ultron menjadi yang terbesar kedua setelah Jurassic World.

Teknik promosi yang unik digunakan oleh film Pitch Perfect 2 (Elizabeth Banks). Inilah film pertama yang menggunakan aplikasi Snapchat sebagai bagian dari teknik promosinya. Akun Snapchat film ini mempunyai lebih dari 300 ribu followers. Konten-konten dari film ini di platform Snapchat dikabarkan telah dilihat lebih dari 6 juta kali. Bahkan, sebagian video pemutaran perdana film Pitch Perfect bisa dilihat secara live melalui Periscope.

Dari sebagian besar teknik kreatif yang dilakukan. Jurassic World sepertinya masih unggul dibandingkan film lainnya. Jurassic World membuat website khusus yang berisi sebuah perjalanan virtual ke taman Jurassic World, dan membuat para penonton yang berjarak ribuan kilometer dari pulau Isla Nublar bisa mengunjungi Jurassic World secara live streaming. Bahkan, para pengunjung website-nya bisa melihat ke dalam kandang dinosaurus.

Selain itu, Jurassic World merilis beberapa video fiksi ilmiah yang seperti berusaha mengaburkan batas fiksi dan nyata dalam film Jurassic World. Dari sudut pandang marketing, hal ini sangat positif karena membuat para penonton seperti melihat sebuah kisah nyata tentang taman purbakala. Kreativitas marketing inilah yang menjadi tonggak pendukung utama film Jurassic World.

Mengutip situs Film Making Stuff soal apa yang harus diperhatikan dalam menyusun rencana marketing sebuah film, beberapa poinnya memang mengacu kepada ranah dunia maya. Mulai dengan membuat situs khusus untuk filmnya, optimasi kata kunci filmnya di mesin pencari (input data IMDB), dan maksimalkan media sosial dan blogging community.

 

Sumber Foto Headline: newyorkinternationalfilmfestival.com

 

Read More

Editor's Pick

Comment

Latest News