1. HOME
  2.   »  
  3. FILM
  4.   »  
  5. ARTIKEL FILM

Ready Player One: Saat Fantasi Para Geek Menjadi Kenyataan

Tim Editor | 11 April 2018 07:00
Copyright: © cinra
Di sisi lain, film ini juga menjadi sindiran bagi orang-orang zaman sekarang.

Muvila.com – Penulis: Iwan Tantomi

Banyak orang meramalkan jika beberapa tahun ke depan dunia akan mengalami banyak perubahan. Bahkan, tak sedikit yang mengungkapkan jika pada 2045, dunia menjadi tempat mengerikan. Perwujudan itu pun akhirnya digambarkan sebagai latar salah satu film yang banyak dinanti para geek, yaitu Ready Player One.

Wade Watts (Tye Sheridan) yang hidup di masa depan itu pun merasa tak ada hal lain yang bias ia lakukan, hingga akhirnya menemukan OASIS. Dunia virtual tersebut menjadi lahan bermain sebagian besar umat manusia pada 2045 guna menghabiskan waktu mereka.

© allocine

Di dalam OASIS, mereka bisa pergi ke mana saja, melakukan apapun sesuai dengan imajinasi yang dibayangkan. OASIS sendiri diciptakan oleh James Halliday (Mark Rylance) yang sudah meninggal dunia. Menariknya ia meninggalkan banyak petunjuk, yang di kemudian hari dijadikan sayembara. Barang siapa yang mampu mengikuti petunjuk tersebut, maka ia berhak memiliki seluruh harta kekayaan Halliday.

Watts yang di dunia nyata berusia 18 tahun pun tampak begitu bersemangat mengikuti sayembara tersebut. Baginya bertualang di OASIS lebih menyenangkan dibandingkan hidup di dunia tempatnya tinggal, yang cenderung kumuh dan sarat permasalahan. Di dalam OASIS Watts menjadi Parzival, seorang gunter yang ingin menyelesaikan permainan yang dibikin Halliday. Nah, sayembara ini sendiri memburu Telur Paskah, di mana pemenangnya berhak menjadi pemilik OASIS.

© thedailybeast

Kerennya, karakter dalam Ready Player One ini sangat kaya. Banyak sekali Easter Egg yang menimbulkan keseruan tersendiri bagi para geek. Sebut saja The Shining, Back to The Future, The Iron Giant, semua karakter dalam film-film tersebut hadir dalam Ready Player One.

Sekalipun Ready Player One bukanlah film terbaik Steven Spielberg, tetapi visual yang ditampilkan cukup memuaskan pemuja game, animasi dan cerita fantasi lainnya. Di sisi lain, film ini juga menjadi sindiran bagi orang-orang zaman sekarang. Khususnya, mereka yang selalu sibuk dengan dunia maya, tetapi nyaris lupa dunia nyata. Namun, sekali lagi, bagi para geek, justru seperti itulah cara menikmati hidup yang istimewa.

Read More

Editor's Pick

Comment

Latest News