1. HOME
  2.   »  
  3. FILM
  4.   »  
  5. ARTIKEL FILM

The Act of Killing, Film Dokumenter Penuh Kontroversi

Karina Sandra | 13 Desember 2012 10:01
The Act of Killing mengungkapkan (kembali) kisah kelam bangsa Indonesia, tentang pembunuhan massal para anggota dan simpatisan Partai Komunis Indonesia (PKI).

PEMBUNUHAN MASSAL

Beberapa hari terakhir ini, film The Act of Killing ini jadi semakin jadi obrolan panas banyak orang di Indonesia. Terlebih karena film ini diputar serentak di Indonesia sebanyak 50 kali pada Senin kemarin. Semakin banyak orang yang penasaran terhadap film ini.

Sebetulnya sejak Agustus lalu pun film yang disyuting sejak tahun 2005 sampai 2011 ini sudah jadi topik obrolan secara diam-diam di kalangan terbatas filmmaker dan aktivis film Indonesia. Namun, isu jadi menggelegar ketika majalah Tempo menerbitkan edisi laporan khusus tentang pembantaian orang-orang yang dituduh terlibat Partai Komunis Indonesia (PKI) pada era 1960-an. Dan, film The Act of Killing ini memang jadi pemicu Tempo untuk menulis laporan khusus tersebut.

Merekonstruksi pembunuhan massal dalam sebuah film.

Film dokumenter ini memang mengungkap kehidupan dan pengakuan tiga algojo yang pernah membunuh para kader dan simpatisan PKI. Uniknya, film ini juga mengetengahkan berbagai adegan rekonstruksi tentang eksekusi yang dilakukan oleh para mantan algojo di masa lampau. Yang mengagetkan, rekonstruksi tersebut dilakukan langsung oleh para mantan algojo dalam sebuah film yang mereka produksi. Ya, mereka memfilmkan tindakan kekerasan mereka di masa lampau itu sendiri.

Otomatis, para mantan algojo ini bukan cuma berakting, tapi juga mengingat dan memahami kembali tindakan pembasmian terhadap para tertuduh anggota dan simpatisan PKI. Film ini pun dinilai menerapkan pendekatan dan metode penceritaan yang fresh dalam film dokumenter.

Read More

Editor's Pick

Comment

Latest News