1. HOME
  2.   »  
  3. FILM
  4.   »  
  5. ARTIKEL FILM

Tino Saroengallo Menjawab Khayalan Tyo Pakusadewo

Angga Rulianto | 20 Juni 2016 15:00
Tyo Pakusadewo dan Tino Saroengallo tandem menyutradarai film Pantja-Sila: Cita-cita & Realitas tentang pidato Bung Karno.

Muvila.com – Film Pantja-Sila: Cita-cita & Realitas tidak akan dibuat jika aktor Tyo Pakusadewo tidak bertemu dengan sineas Tino Saroengallo. Sebagai inisiator film dokumenter ini, Tyo menceritakan soal niatannya untuk mengilustrasikan ulang pidato Ir. Soekarno pada sidang BPUPKI 1 Juni 1945.

“Ada teman saya datang dan menawarkan saya sebuah buku yang langka. Sepertinya buku yang menarik. Judulnya Menjalankan Amanat Penderitaan Rakyat jilid pertama. Saya beli buku itu 2 juta rupiah, bayangkan. Tebal sekali. Semenjak saya baca buku itu, hampir 1,5 tahun kemudian buku itu masih saja bikin saya mengkhayal, gimana ya kalau saya buat ke dalam film?ujar Tyo di Taman Ismail Marzuki, Jakarta pada awal Juni lalu.

Lewat buku tersebut, aktor peraih dua Piala Citra itu mengaku belajar banyak soal perjalanan bangsa Indonesia untuk mencapai kemerdekaannya, khususnya soal perjalanan lahirnya Pancasila hingga jalani proses penyempurnaan hingga sembilan kali. Namun, Tyo sadar bahwa dirinya tidak bisa merealisasikan ide tersebut seorang diri.

Maka dari itu, ia menggaet Tino Saroengallo sebagai produser sekaligus menjadi partner sutradara. Tino sendiri sudah dikenal sebagai produser film Ca Bau Kan dan terlibat dalam produksi film Jermal dan Sang Penari. Di seni peran, ia adalah aktor film Arisan!, Quickie Express, Tri Mas Getir, Jagad X Code, Rayya, dan Cahaya di Atas Cahaya.

“Saya tertarik sekali dengan pidato Soekarno itu. Buku itu sungguh mengganggu saya. Kemudian saya mencari orang yang bisa merealisasikan gagasan ini. Saya beri beberapa nama saya masukan ke dalam kaleng, ternyata keluar nama dia (Tino Saroengallo) tiga kali. Saya langsung telepon, kita janjian di PIM untuk diskusi. Dia baca buku itu, di mana kebetulan nyambung dengan disertasi dia kuliah,” papar Tyo.

Tino Saroengallo akhirnya menerima tawaran Tyo untuk memfilmkan pidato Ir. Soekarno di sidang BPUPKI tersebut. Tino lalu menelepon seorang temannya, “Bro, ini ada orang gila mau bikin film tapi nggak punya duit’.”

Bagi sutradara film dokumenter Tragedi Jakarta 1998: Gerakan Mahasiswa di Indonesia (2002) ini, “Konsep pidato ini pun bagus. Semoga mampu dinikmati masyarakat. Tidak ada unsur politik dalam pidatonya. Ini murni dia sebagai seorang cendekia yang memperjuangkan kehidupan yang teratur untuk negaranya.”

Film dokumenter Pantja-Sila: Cita-cita & Realita ini sudah diputar secara perdana di Teater Jakarta pada awal Juni lalu dalam rangka memperingati Hari Kelahiran Pancasila. Rencananya, film ini akan dirilis serentak di bioskop Indonesia pada 17 Agustus 2016.

 

Penulis: Bardjan T
Foto: Ivan Marlianto

Read More

Editor's Pick

Comment

Latest News