1. HOME
  2.   »  
  3. FILM
  4.   »  
  5. ARTIKEL FILM

Tujuh Film Indonesia Diputar Singapore International Film Festival

Angga Rulianto | 30 Oktober 2014 16:30
Film Selamat Pagi, Malam karya Lucky Kuswandi bahkan terpilih untuk menjadi film penutup festival film yang sudah berusia 25 tahun ini.

Muvila.com – Tujuh film Indonesia terpilih untuk diputar di Singapore International Film Festival (SGIFF) 2014. Film-film tersebut, antara lain About A Woman karya Teddy Soeriaatmadja, Selamat Pagi, Malam karya Lucky Kuswandi, Sokola Rimba karya Riri Riza, Siti garapan Eddie Cahyono, Onomastika karya Loeloe Hendra, Seserahan karya Jason Iskandar, dan Sepatu Baru karya Aditya Ahmad.

Film-film Indonesia yang masuk SGIFF 2014 ini diputar di beberapa program berbeda. Seperti, About A Woman dan Sokola Rimba di program Asian Vision, kemudian Siti dalam program Silver Screen Awards: Asian Feature Film Competition. Di program Silver Screen Awards: Southeast Asian Short Film Competition, ada Onomastika, Seserahan, dan Sepatu Baru. Adapun film Selamat Pagi, Malam didampuk sebagai film penutup SGIFF tahun ini.

Tujuh film Indonesia di SGIFF ini pun kaya akan cerita. About A Woman, misalnya, yang bercerita tentang seorang janda (diperankan Tutie Kirana) yang ditinggal pergi pembantunya. Anak perempuan dan sang menantu lalu memperkerjakan seorang pria, Abi, untuk menemaninya. About A Woman sendiri merupakan bagian terakhir dari rencana trilogi film feature karya Teddy, yaitu Lovely Man (2011) dan Something In The Way (2013). Film ini diputar world premiere di SGIFF.

Sokola Rimba karya Riri Riza yang dibintangi Prisia Nasution mengulik cerita dari pedalaman Taman Nasional Bukit Dua Belas. Kisahnya dari kejadian nyata Butet Manurung yang bersikeras untuk mengajar baca-tulis-berhitung kepada anak-anak dari suku Orang Rimba. Namun, ia dihadang adat-istiadat setempat. Sokola Rimba tayang di bioskop Indonesia pada November tahun lalu dan menjadi nomine di beberapa acara penghargaan film di Indonesia maupun luar negeri.

Adapun Siti karya Eddie Cahyono berkisah tentang perjuangan seorang ibu muda untuk menghidupi anak laki-lakinya, suami dan ibu mertuanya. Ia banting tulang dengan menjual makanan dan bekerja di tempat karaoke ketika malam hari. Film berdurasi 95 menit yang diproduseri oleh Ifa Isfansyah ini world premiere di SGIFF 2014.

Dari jajaran film pendek, film garapan Loeloe Hendra, Onomastika, melakukan Asia Premiere di Singapore International Film Festival tahun ini. Kisahnya tentang seorang bocah yang tumbuh besar tanpa memiliki nama. Lalu, Seserahan yang sebelumnya telah malang-melintang di berbagai festival film di Indonesia. Kisah film pendek ini tentang seorang pengantin wanita menghadapi hari pernikahannya.

Di SGIFF, film Sepatu Baru, yang pernah berkompetisi di Berlin International Film Festival pada Februari lalu, juga diputar dan bersaing dengan film-film pendek dari negara Asia lainnya. Cerita film pendek dari Makassar ini tentang seorang anak perempuan yang berupaya menghentikan hujan demi memakai sepatu baru.

Sedangkan, Selamat Pagi, Malam bikinan Lucky Kuswandi bertutur tentang para wanita yang melalui sebuah malam di Jakarta dengan segala kejadiannya. Film ini dibintangi oleh Adinia Wirasti, Marissa Anita, Ina Panggabean, Dayu Wijanto, Trisa Triandesa, dan Dira Sugandi. Pada Oktober ini, Selamat Pagi, Malam terpilih masuk dan berkompetisi di Tokyo International Film Festival.

Tahun ini, Singapore International Film Festival kembali dihelat setelah sempat rehat selama dua tahun. Dalam penyelenggaraan selama 4-14 Desember mendatang, SGIFF sekaligus merayakan usianya yang ke-25. SGIFF sendiri fokus untuk memperlihatkan sinema Asia dan menemukan bakat-bakat baru dalam dunia film di Asia Tenggara. Akan ada 100 film feature panjang dan pendek dari 50 negara yang terpilih untuk diputar di SGIFF tahun ini.

Read More

Editor's Pick

Comment

Latest News