1. HOME
  2.   »  
  3. FILM
  4.   »  
  5. ARTIKEL FILM

Yoga Pratama Tanggapi Positif Film Warkop Terbaru

Reino Ezra | 20 Mei 2016 12:00
Sempat main bareng Warkop DKI saat kanak-kanak, Yoga Pratama mengaku tak tahu grup lawak itu akan jadi legenda.

Muvila.com – Menyebut nama aktor Yoga Pratama hampir pasti tak akan lepas dari kariernya sebagai aktor cilik di film dan televisi Indonesia era 1990-an. Salah satu perannya yang paling dikenal adalah dalam film komedi grup lawak Warkop DKI, Bisa Naik Bisa Turun (1991)—yang masih cukup sering diputar di TV setelah perilisannya di bioskop. Di film itu, Yoga berperan sebagai anak nakal yang kebetulan memelihara seekor kodok, dan kerap mengisengi tokoh Indro.

Saat diwawancara Muvila bulan lalu, Yoga mengaku tidak mengerti seterkenal apa trio Dono, Kasino, dan Indro yang tergabung dalam Warkop DKI kala itu. Berhubung ia masih kanak-kanak, Yoga mengenang bahwa ia hanya mengikuti bimbingan ayahnya untuk berakting di film tersebut.

"Nggak ngerti, gue masih umur sembilan tahun. Maksudnya bahwa sekarang mereka jadi legenda pun gue nggak bakalan ngerti dulu. Ikut syuting—adegan kodok tuh yang paling terkenal, itu semua juga masih diajarin. Pegang kodok juga sebenarnya nggak berani. Itu latihan di kamar mandi, kodoknya dipegangin sama ayah, dia pegang kaki dan kepalanya, gue disuruh pegang badannya. Ih, geli banget. Belum ngerti sama sekali," kenang aktor yang baru saja membintangi film The Window ini.

"Ya sangat bersyukur bahwa Warkop dihargain banget sama anak-anak sekarang, masih jadi pembahasan. Dulu juga nggak nyangka banyak yang nge-fans sama Warkop sampai sekarang. Saya bangga sebagai pemeran yang pernah terlibat. Malah justru itu yang paling dikenal orang," ungkap Yoga sembari tertawa.

Belakangan diketahui bahwa Warkop DKI akan kembali diangkat ke layar lebar dalam versi baru oleh rumah produksi Falcon Pictures, dengan sebutan Warkop DKI Reborn. Film ini akan menampilkan karakter Dono, Kasino dan Indro yang dimainkan oleh aktor generasi baru. Sebagai aktor yang pernah terlibat langsung dalam film Warkop DKI—total dalam tiga film, Yoga rupanya menyambut positif proyek ini.

"Asal pemerannya sanggup untuk bisa bikin Warkop jadi kekinian lagi. Tantangannya seperti itu. Jadi, bukan untuk menyaingi, atau melebihi, tapi alternatif. 'Beda lho Warkop yang dulu dengan yang kini,' tapi tetap ada daya tariknya. Berat ya kalau melebihi atau menyaingi, banyak orang masih punya kesan sentimental khusus terhadap Warkop yang lama. Tapi, paling nggak untuk anak-anak sekarang terangkul lagi, apalagi bisa bikin legend baru lagi. Saya sih optimis aja," ungkap jebolan Institut Kesenian Jakarta bidang penyutradaraan ini.

Pemenang Piala Citra untuk aktingnya di film 3 Doa 3 Cinta (2008) ini juga menerangkan, bahwa salah satu titik kesuksesan Warkop DKI dahulu adalah dari banyaknya karya yang dihasilkan dalam waktu yang tidak singkat. Yoga berharap bahwa proyek yang kembali membawa nama Warkop DKI ini juga bisa melanjutkan konsistensi Warkop DKI yang dulu.

"Warkop 'kan nggak pendek, mereka bikin berapa judul film. Berarti kalau Warkop (remake) cuma satu ya berarti cuma sesaat, belum ada apa-apanya sama Warkop yang dulu. Harusnya sih gitu, wacananya jangka panjang," ucap Yoga.

Foto: Ivan Marlianto

Read More

Editor's Pick

Comment

Latest News