1. HOME
  2.   »  
  3. FILM
  4.   »  
  5. REVIEW FILM

Mengenal Dekat Kultur Bali Lewat Sekala Niskala

Tim Editor | 28 Maret 2018 09:00
Copyright: © Treewater Production/Sofyan Symsul
Film ini mengisahkan hubungan tak biasa antara kembar dampit, Tantra dan Tantri.

Muvila.com – Penulis: Iwan Tantomi

Bali, lebih dari sebatas destinasi wisata yang menarik dikunjungi. Pulau ini bahkan masih menyimpan kultur yang kuat dengan balutan mitologi yang amat kental. Lewat film Sekala Niskala (The Seen and Unseen), Kamila Andini dan Garin Nugroho berkolaborasi untuk menampilkan magisnya Bali lewat sebuah tayangan sarat emosi.

Sekala Niskala merupakan film drama misteri dengan durasi 86 menit. Film yang diproduksi oleh Treewater Production ini mengisahkan tentang hubungan tak biasa antara kembar dampit, Tantra dan Tantri. Dalam bahasa Bali, kembar beda jenis kelamin atau laki-laki dan perempuan kerap disebut kembar pengantin.

© Treewater Production/Sofyan Symsul

Mulanya tak ada keanehan dalam kehidupan mereka, sebagaimana lazimnya masyarakat Bali sehari-hari. Hingga pada suatu ketika, Tantra (Gus Sena) mengambil telur di tempat persembahan. Dalam mitologi Bali, harusnya telur tersebut untuk persembahan dewa. Ia bermaksud memberikan telur tersebut untuk Tantri (Thaly Kasih), untuk digoreng sebagai lauk.

Keluarga mereka memang begitu sederhana, hingga makan telur saja sudah terasa mewah. Sebelum menggorengnya, Tantri sebenarnya sudah bertanya kepada Tantra dari mana asal telur tersebut. Namun, Tantra berbohong. Telur goreng lantas dibagi dua. Tiba-tiba setelah memakan telur tersebut, Tantra menghilang.

Tantri kemudian mencari Tantra, hingga akhirnya menemukannya. Naas, Tantra justru sedang tergeletak dan mengalami koma di rumah sakit dalam waktu lama. Hal itu pun membuat ibu mereka, yang diperankan Ayu Laksmi terpukul. Berharap agar Tantra bisa kembali.

© Treewater Production/Sofyan Symsul

Jika diamati lebih lanjut, film ini sebenarnya tak sebatas membahas kembar dampit. Sebaliknya, Sekala Niskala mempertegas sisi ghaib yang tak sembarang bisa dibicarakan di kalangan masyarakat Bali. Kebudayaan Bali amat sangat melarang mengambil makanan persembahan untuk dewa tanpa permisi. Jika tidak, berbagai akibat akan diterima, termasuk yang dialami Tantra.

Selain itu, Sekala Niskala juga menyuguhkan koreografi juga nyanyian, yang membuat penonton bisa lebih lekat memahami hubungan Tantra dan Tantri. Hal ini pun kian mempertegas, jika kembar dampit sebenarnya terhubung secara emosional juga spiritual. Bukan itu saja, Sekala Niskala menjunjung tinggi kearifan Pulau Dewata, termasuk penggunaan Bahasa Bali sepanjang film.

Read More

Editor's Pick

Comment

Latest News