1. HOME
  2.   »  
  3. FILM
  4.   »  
  5. REVIEW FILM

Pitch Perfect 3: Akhir Karir Burden Bellas?

Tim Editor | 24 Januari 2018 08:00
Copyright: © justjared
Grup acapella yang berisikan beberapa perempuan ini, mampu mengubah sudut pandang acapella yang lebih asyik.

Muvila.com – Penulis: Iwan Tantomi

Sebagian orang menganggap acapella menjadi genre musik yang aneh. Ketiadaan alat musik membuat lagu-lagu yang didendangkan cenderung kurang menarik, kendati banyak tiruan suara musik lewat mulut. Namun, kenyataan itu bakal terpatahkan saat melihat Burden Bellas tampil.

Grup acapella yang berisikan beberapa perempuan dengan beragam karakter ini, mampu mengubah sudut pandang acapella yang lebih asyik. Lewat Pitch Perfect, keindahan acapella ditampilkan oleh mereka yang punya kebiasaan ‘mendadak’ menyanyi saat berjumpa kapanpun itu, juga di manapun mereka berada.

Meski begitu, ada yang agaknya berbeda dengan Pitch Perfect 3. Sang penulis skrip, Kay Cannon, ternyata turut menghadirkan aksi tambahan, di mana salah satu adegannya Fat Amy yang diperankan Rebel Wilson, justru menghajar penjahat dengan wajan.

© hearstapps

Realitas kehidupan yang kini berbeda bisa pula menjadikan relevansi acapella tak lagi ditampilkan total. Seperti diketahui dalam Pitch Perfect 3, diceritakan anggota Burden Bellas sudah lulus kuliah. Masing-masing justru memiliki profesi berbeda.

Beca yang diperankan Anna Kendrick memang akhirnya menjadi produser musik, hanya ia memutuskan berhenti lantaran banyak musisi yang diproduserinya kurang begitu bertalenta. Sementara Chloe yang diperankan Brittany Snow justru harus berjibaku sebagai bidan sapi. Di sisi lain Cynthia (Ester Dean) merasa gagal menjadi pramugari, hingga Fat Amy yang justru jadi pengangguran.

Dalam satu kesempatan, Bellas melihat acapella yang masih dijalankan junior mereka, Emily yang diperankan Hailee Steinfeld. Beca dan kawan-kawan merasa memberikan penampilan terakhir. Hal itu pun dicetuskan Aubrey yang diperankan Anna Camp, sebagai ketua Burden Bellas untuk tampil di USO Tour.

© usmagazine

Acara itu sendiri merupakan sejenis gelaran musik untuk menghibur tentang Amerika yang sedang bertugas di berbagai Negara. Akan tetapi, mereka harus bersaing dengan grup lain, yang mana pemenangnya bakal menjadi artis pembuka DJ Khalid. Sayang, aspek musikalitas dalam film ini kurang begitu menonjol, seperti dua film sebelumnya.

Terlalu banyak adegan yang dipaksakan, seperti kisah percintaan yang dipaksakan, juga aksi Fat Amy berlarian menghajar penjahat, sementara Bella coba mengalihkan perhatian dengan menyanyi ‘Toxic’ milik Britney Spears. Bahkan, Elizabeth Banks dan John Michael Higgins, masih tampil. Ironisnya bukan sebagai komentator, melainkan mendadak jadi pembuat film dokumenter. Dan, lagi-lagi hal subplot ini pun hadir dengan kesan terlalu dipaksakan. Mungkin Pitch Perfect 3 benar-benar menjadi akhir dari karir emas grup acapella Burden Bellas.

Read More

Editor's Pick

Comment

Latest News