1. HOME
  2.   »  
  3. FILM
  4.   »  
  5. REVIEW FILM

Posesif, Bukan Sekadar Percintaan Ala Remaja SMA

Tim Editor | 20 Desember 2017 08:00
Copyright: © bookmyshow
Lala dan Yudhis nyaris tak mau jalinan asmara mereka diganggu siapa pun termasuk orang tua mereka.

Muvila.com – Penulis: Iwan Tantomi

Agaknya percintaan ala remaja SMA di Indonesia jika difilmkan mungkin akan berakhir dengan adegan putus lantaran akan lanjut kuliah, lengkap dengan bumbu drama bahagia di awal, tangis-tangisan di belakang. Namun, ada hal berbeda dari film Posesif. Masih berkisah tentang percintaan dua anak SMA, Posesif coba menghadirkan cerita berbeda antara Lala dan Yudhis, dua karakter utama dalam film tersebut.

Hal yang bikin film jadi istimewa, adalah hubungan yang mereka jalin. Bermula dari Lala yang tak lain adalah atlet loncat indah di sekolahnya. Ia berkenalan dengan Yudhis yang merupakan siswa baru. Tanpa bertele-tele, Posesif langsung menyuguhi penonton dengan inti cerita, yaitu kisah cinta yang tak biasa.

© kanal247

Berbeda dengan anak SMA yang kadang masih bersedia diintervensi, Lala dan Yudhis nyaris tak mau jalinan asmara mereka diganggu siapa pun termasuk orang tua mereka. Uniknya, di awal penonton akan diajak bersimpati dengan cara Yudhis memikat Lala. Akan tetapi, di adegan berikutnya, penonton malah dibikin jengkel dengan sikap Yudhis.

Film pun berlanjut, kini sensasi takut dan kalut bakal dihadapi para penonton. Posesif rasanya berhasil menghadirkan horor yang diwujudkan lewat gelora emosi yang mencekam, di mana sensasi tersebut sukses dihadirkan Adipati Dolken dalam perannya sebagai Yudhis.

© popbela

Betapa tidak, dalam hitungan menit, ia bisa mengubah ekspresi wajahnya dari anak SMA yang baik-baik, menjadi pembunuh sadis. Sebuah akting epik yang memang pantas ditampilkan oleh aktor sekaliber Adipati. Hanya perannya yang total, kurang mampu diimbangi oleh Putri Marino. Sebagai pendatang baru, ia kurang maksimal membawakan peran Lala, guna mengimbangi Yudhis.

Namun, hal tersebut tak sampai menganggu keseluruhan jalan cerita, karena Posesif mampu menyuguhkan seni pengambilan gambar yang menarik. Apalagi tone warnanya juga cukup enak untuk dinikmati. Kelebihan lainnya, lagu pengiring film ini terbilang pas. Belum lagi pamor lagu tersebut sudah lekat di benak pendengar setianya. Sebut saja lagu “Dan” milik Sheila On 7 yang begitu familiar di telinga.

Secara keselurah, film ini berusaha menampilkan karakter di atas posesif, atau lebih mirip psikopat dalam wujud remaja SMA. Karakter yang nyaris jarang ada di beberapa film drama Indonesia, tetapi dengan alur berbeda disertai plot twist tak terduga, rasanya film Posesif jadi drama sekolah terbaik di akhir tahun ini.

Read More

Editor's Pick

Comment

Latest News