1. HOME
  2.   »  
  3. FILM
  4.   »  
  5. REVIEW FILM

Representasi Pop Culture dalam Film My Generation

Tim Editor | 27 Desember 2017 07:00
Copyright: © bookmyshow
Film My Generation mengangkat sekat antara orang tua dengan pola kehidupan generasi milenial.

Muvila.com – Penulis: Iwan Tantomi

Siapa di sini yang suka filmnya Upi? Selain nyentrik, Upi dikenal sebagai salah satu sutradara handal yang mampu menelurkan film-film box office Indonesia. Sebut saja 30 Hari Mencari Cinta (2004), Realita Cinta Rock ‘n Roll (2006), juga yang terakhir adalah My Stupid Boss (2016).

Demi mengulang kembali kesuksesannya, Upi kembali hadir dengan film terbarunya, My Generation. Film tersebut mengangkat sekat antara orang tua dengan pola kehidupan generasi milenial. Bukan sekadar drama garing tak bernyawa, Upi pun mengemasnya dengan cerita cukup menarik.

Diceritakan dalam film My Generation, ada empat anak SMA yang bersahabat dekat. Mereka adalah Suki (Lutesha), Konji (Arya Vasco), Orly (Aezandra Kosasie) dan Zeke (Bryan Langelo). Keempat tokoh utama tersebut merepresentasikan ‘kids zaman now’ yang begitu vocal dan berani bicara atas kegelisahan yang mereka alami.

© rollingstone

Langkah tersebut mereka buktikan dengan video protes terhadap guru dan orang tua. Siapa sangka video tersebut viral, hingga berimbas pada pemanggilan orang tua mereka ke sekolah. Akibat ulah yang dilakukan, mereka akhirnya tak boleh keluarh rumah sekaligus tidak diperkenankan ikut liburan sekolah ke Bali.

Supaya tak membosankan, Upi menyuguhkan masalah untuk membuat cerita lebih berwarna. Selain hukuman yang dialami, Konji harus berhadapan dengan orang tuanya yang konservatif. Di lain rumah, Zeke justru harus jengah dengan orang tuanya yang cuek. Begitu pula dengan Suki yang perlu menuruti segala tuntutan orang tuanya. Sementara Orly harus menghadapi kenyataan dirinya adalah anak seorang janda.

© lintasartis

Perbedaan itulah lantas menjadikan benturan nilai antara anak dan orang tua, hingga mengakibatkan konflik kehidupan. Sudut pandang yang menarik, lantaran fakta semacam itu juga banyak terjadi di kehidupan nyata, antara generasi milenial dan orang tuanya. Tak sedikit yang bilang, jika film My Generation juga menjadi kritik sosial bagi generasi tua, agar lebih respek mengurus anak mereka sesuai zamannya.

Terlepas dari ciri khas Upi dalam menampilkan kekuatan karakternya, film My Generation bisa jadi menjadi regenerasi film Realita Cinta Rock n’ Roll di mana Nugi dan Ipang menjadi role model di masanya. Di film ini, Konji Zeke, Suki dan Orly, benar-benar mewakili gaya kekinian generasi milenial, seperti band, flath earth, pesta, disko, renang, skate, punk, dan lainnya. Sebuah potensi untuk menumbuhkan role model baru bagi generasi milenial.

Meski beberapa kekurangan masih ada, seperti adegan teriak di atas gedung yang dipaksakan dan terkesan janggal, keseluruhan film ini layak ditonton. Terlebih ada banyak pemeran pembantu yang diisi oleh aktris papan atas, seperti Tyo Pakusadewo, Joko Anwar, Ira Wibowo dan masih banyak lainnya, membuat film semakin menarik dilihat langsung di bioskop, terutama bagi yang mengaku generasi milenial.

Read More

Editor's Pick

Comment

Latest News