1. HOME
  2.   »  
  3. FILM
  4.   »  
  5. REVIEW FILM

The Post: Kiprah Perempuan Pertama Pemimpin Washington Post

Tim Editor | 7 Maret 2018 06:00
Copyright: © thenewyorktimes
Film ini sendiri memberikan makna penting jika semestinya kebebasan pers semata diperuntukkan rakyat, bukan pemerintah.

Muvila.com – Penulis: Iwan Tantomi

Siapa yang tak mengenal The Washington Post. Meski media massa lokal Amerika Serikat, namanya sudah cukup dikenal masyarakat dunia. Apalagi berita-berita yang diangkat koran ini kerap faktual. Tak sedikit informasi pemerintah yang kerap dianggap rahasia, berhasil dibongkar lewat investigasi mendalam.

Namun, di balik kedigdayaannya sebagai salah satu media massa tersohor di dunia, ada cerita menarik tentang jurnalis sekaligus para pemimpinnya. Diangkat dari kisah nyata, The Post menyajikan kepemimpinan Katharine Graham (Meryl Streep) sebagai perempuan pertama yang memimpin harian The Washington Post.

Disutradarai oleh Steven Spielberg, cerita awal The Post bermula dari perang antara Vietnam dan Amerika Serikat pada 1966. Pada pertempuran tersebut, analis militer independen Daniel ‘Dan’ Ellsberg (Mastthew Rhys) turut terjun ke medan perang. Ia melihat langsung banyaknya korban dari pihak Amerika Serikat berjatuhan.

© variety

Dan selamat dan berhasil melaporkan kesaksiannya dengan mencengangkan. Hanya Robert McNamara (Bruce Greenwood) selaku sekretaris pertahanan Amerika Serikat, menyampaikan hal berbeda pada awak media. Pendek kata, McNamara membohongi publik Amerika Serikat.

Mengetahui hal itu, Dan geram. Ia pun nekat memindai riset McNamara berjudul “Hubungan Amerika Serikat-Vietnam 1945-1966”. Dokumen yang kemudian diberi nama Pentagon Paper tersebut bocor, dan sebagian datanya dipindai dalam halaman depan The New York Times. Koran kondang New York tersebut memaparkan jika selama empat pemerintahan berlalu, masyarakat Amerika Serikat telah dibohongi tentang kebenaran perang Vietnam. Dampak berita tersebut, unjuk rasa mulai terjadi di mana-mana. The New York Times bahkan dituntut Pentagon karena dianggap membocorkan rahasia Negara.

Cerita kemudian berpindah ke Katherine ‘Kay’ Graham. Pemimpin The Washington Post tersebut terpaksa menjual saham ke publik, karena kondisi perekonomian yang sulit, juga gejolak politik yang tak redam. Kay merupakan teman dekat McNamara. Di satu sisi, pemimpin redaksi The Washington Post, Ben Bradlee (Tom Hanks), ingin mengungkapkan kebenaran yang mendera sahabat atasannya.

© vanityfair

Melalui wartawan handal Ben Bagdikian (Bob Odenkirk), The Post, nama lain The Washington Post, berhasil mendapatkan salinan lengkap Pentagon Papers. Hal itu lantas mendorong Kay untuk mengambil keputusan sulit. Lantas, mampukah Kay melakukannya?

Seiring dengan perjalanannya, Kay yang semula ragu, perlahan menjadi sosok yang tegas, teguh, juga jujur di akhir cerita. Hal itu pun ia lakukan untuk memperbaiki nasib The Washington Post di masa depan. Film ini sendiri memberikan makna penting, khususnya akan kebenaran jika semestinya kebebasan pers semata diorientasikan untuk melayani rakyat, bukan pemerintah.

Read More

Editor's Pick

Comment

Latest News