1. HOME
  2.   »  
  3. FILM
  4.   »  
  5. REVIEW FILM

The Shape of Water: Romansa Dewasa Ala del Toro

Tim Editor | 18 April 2018 08:00
Copyright: © Fox Searchlight Pictures
Dari sekadar penasaran, Elisa ternyata malah jatuh hati dengan makhluk amfibi yang humanoid.

Muvila.com – Penulis: Iwan Tantomi

Sukses memenangkan berbagai penghargaan bergengsi seperti Golden Lion, Golden Globe, British Academy Film Awards, Critics Choice Awards hingga Academy Awards (OSCAR), nyata mampu membuat popularitas The Shape of Water meningkat. Film garapan sutradara Guillermo del Toro ini memang cukup menyita perhatian, terlebih dengan kisahnya yang begitu unik.

Ialah Elisa Esposito (Sally Hawkins), gadis yatim piatu yang ditemukan di sungai. Selain luka yang ada pada lehernya, Elisa ternyata bisu. Komunikasinya pun dilakukan dengan bahasa isyarat. Cerita kemudian berkembang saat Elisa memasuki usia dewasa. Ia tinggal sendiri di sebuah apartemen yang lokasinya berada di atas gedung bioskop. Ironisnya, gedung bioskop tersebut sepi.

© Fox Searchlight Pictures

Elisa sendiri bekerja sebagai petugas kebersihan laboratorium rahasia milik pemerintah Amerika Serikat di Baltimore selama Perang Dingin. Tak banyak teman yang menyertainya, selain ada Zelda (Octavia Spencer), perempuan kulit hitam yang menemani Elisa menjadi petugas cleaning service. Kemudian, ada Giles (Richard Jenkins) yang merupakan illustrator iklan yang bertahan dari gempuran teknologi fotografi yang mulai membanjiri industri periklanan Amerika.

Tak ada yang spesial dengan laboratorium tersebut hingga kedatangan makhluk misterius yang ditangkap dari sungai yang ada di Amerika Selatan. Makhluk tersebut ditangkap oleh Kolonel Richar Strickland (Michael Shannon). Tergelitik dengan makhluk itu, Elisa lantas memberanikan diri untuk mendekati amfibi humanoid tersebut.

Menariknya, dari kebiasaan itu, Elisa lantas memiliki ikatan erat dengannya. Sayangnya, makhluk amfibi tersebut tak hanya dieksploitasi, tetapi juga diteliti untuk kepentingan Amerika dalam perlombaan angkasa bersama Uni Soviet. Penelitian itu dibantu seorang ilmuwan bernama Dr Robert Hoffstetler (Michael Stuhlbarg) yang ternyata adalah mata-mata Soviet bernama Dimitri Mosenkov.

© Fox Searchlight Pictures

Di sisi lain pihak laboratorium mulai jengah dengan perkembangan makhluk amfibi tersebut, hingga akhirnya berencana untuk membunuh dan membedah tubuh makhluk amfibi guna diketahui struktur tubuhnya. Hoffstetler rupanya tak setuju dan meminta Jenderal Hoyt (Nick Searcy) penanggung jawab penelitian dan Strickland meninjau ulang keputusan mereka.

Sementara itu, dari pihak Soviet juga meminta Hoffstetler untuk segera membunuh makhluk tersebut. Dengan begitu, Amerika tak lagi bisa memanfaatkannya. Akan tetapi hati Hoffstetler berkata lain. Ia justru ingin memelajari makhluk tersebut lebih dalam, sehingga enggan untuk membunuhnya.

Tahu rencana Amerika, Elisa lantas berupaya untuk membebaskan makhluk amfibi tersebut dan melepaskannya ke lautan. Lantas, apakah rencana mereka berhasil? Keseruan dan ketegangan dipadukan dengan sinematografi yang menawan itulah, yang kemudian menciptakan kesan mendalam dari romansa dewasa ala del Toro.

Read More

Editor's Pick

Comment

Latest News