1. HOME
  2.   »  
  3. FILM
  4.   »  
  5. REVIEW FILM

Thor: Ragnarok, Film Sains Fiksi Berbalut Komedi

Tim Editor | 8 November 2017 07:00
Copyright: © Disney-Marvel Studios/ stltoday
Sikap ambisiusnya yang tinggi membuat Odin mengurung Hela yang membuatnya jadi dendam dengan Asgard.

Muvila.com – Setelah ditunggu-tunggu oleh penggemarnya, sekuel ke-3 dari film Thor akhirnya dirilis juga. Mengangkat judul Thor: Ragnarok, film ini ternyata tampil berbeda dengan kedua seri film sebelumnya. Lewat tangan dingin Taika Waititi, sang sutradara mengeksekusi dengan apik naskah yang lebih dulu ditulis oleh Craig Kyle, Christopher Yost, dan juga Eric Pearson tersebut.

Di Indonesia, film Thor: Ragnarok tayang lebih awal dari tanggal perilisan globalnya. Namun, begitu sambutan masyarakat begitu antusias. Bahkan, bioskop-bioskop ramai dibanjiri pengunjung di awal jadwal tayang film yang dibintangi oleh Christ Hemsworth ini.

Thor: Ragnarok ini hadir dengan kisah perjalanan Thor. Karakter yang terkenal dengan palu sakti bernama Mjolnir, tersebut bakal mengalami masa terlemahnya. Ini karena Mjolnir dihancurkan oleh Hela, Sang Dewi Kematian. Karakter yang diperankan oleh Cate Blanchett ini menjadi musuh utam dalam film Thor: Ragnarok.

Padahal, niatan awalnya Thor ingin kembali ke Asgard. Ia ingin menghentikan Ragnarok, atau kiamat yang bakal menghampiri penduduk Asgard. Siapa kira, ia harus berjumpa dengan Hela, musuh utama yang secara mengejutkan adalah kakak kandung Thor dan Loki, yang diperankan oleh Tom Hiddleston.

Hela yang diperankan oleh Cate Blanchett menjadi musuh utama dalam film Thor: Ragnarok © Sandiegouniontribune

Akibat kekalahan perdananya melawan Hela, Thor harus dikurung. Ia perlu bertarung melawan Surtur, si Makhluk Api. Beruntung Thor menang, ia pun dapat kembali ke Asgard. Di sana ia mengetahui jika ayahnya, Odin, dibuang oleh Loki ke Bumi. Dari cerita Loki, diketahui Hela merupakan anak pertama Odin. Sikap ambisiusnya yang tinggi membuat Odin mengurung Hela. Nah, dari sanalah sikap balas dendam dan ingin mengusai Asgard dari dalam diri Hela muncul.

Namun, terlepas dari perang bersaudara ini, Thor: Ragnarok tampil lebih ceria. Tak seperti dua film seri sebelumnya yang cenderung bernuansa gelap, Thor: Ragnarok tampil lebih kaya warna. Sang sutradara, Taika Waititi boleh jadi terinspirasi dari kesuksesan Guardians of the Galaxy. Di samping warna neon, Taika juga memasukkan lagu Immigrant Song milik Led Zeppelin.

Thor dan Loki lebih akur dan jenaka dalam film Thor: Ragnarok © Disney-Marvel Studios/ stltoday

Hanya itu? Tentu tidak. Perbedaan Thor: Ragnarok dengan film-film sebelumnya juga dapat dilihat dari adegan komedi yang lebih mendominasi. Hal ini jadi suguhan yang unik, mengingat Thor: Ragnarok tetaplah film sains fiksi. Tak sedikit penonton yang dibikin ketawa dengan berbagai candaan yang dilontarkan setiap pemainnya.

Selain Chris, Tom dan juga Cate, film ini juga diperankan sejumlah nama beken. Dari Idris Elba, Karl Urban, Anthony Hopkins, Rachel House, juga Ray Stevenson.

Bahkan, Loki dan Thor yang di film Thor seri ke satu dan ke dua tampak serius dan penuh amarah permusuhan, di Thor: Ragnarok lebih cair. Chris dan Tom tampak mampu menjalin chemistry yang cukup jenaka sebagai sepasang saudara. Kehadiran Hulk yang di trailer tampak begitu garang, juga sarat kejenakaan saat di film aslinya. Tak heran, jika tak sedikit orang menganggap Thor: Ragnarok menjadi seri film Thor paling lucu dari yang pernah ada.

Read More

Editor's Pick

Comment

Latest News