1. HOME
  2.   »  
  3. FILM
  4.   »  
  5. REVIEW FILM

Wonder: Saat Tenggang Rasa Hadir Lewat Drama Keluarga

Tim Editor | 31 Januari 2018 08:00
Copyright: © movieinsider
Setidaknya sekali dalam seumur hidup, siapapun wajib melihat film yang menggugah makna tenggang rasa ini.

Muvila.com – Penulis: Iwan Tantomi

Siapa yang rela dilahirkan ‘berbeda’ dengan orang pada umumnya? Hampir setiap orang ingin diperlakukan sama. Hanya takdir yang sudah kadung terjadi mau tak mau harus dijalani. Setidaknya hal itulah yang dialami August Pullman (Jacob Tremblay). Ia merupakan anak bungsu dari pasangan Nate Pullman (Owen Wilson) dan Isabel Pullman (Julia Roberts).

Auggie, begitu August biasa dipanggil, terlahir dengan kekurangan. Ia menderita Craniofacial Disease, suatu kelainan yang menyerang bagian wajah juga seluruh organ yang ada di kepala. Demi menyelamatkan hidupnya supaya bisa tumbuh normal seperti anak pada umumnya, Auggie harus menjalani operasi berulang kali.

Setidaknya hingga usia 10 tahun, Auggie sudah menjalani operasi sebanyak 27 kali, termasuk pula operasi plastik. Meski begitu, wajah Auggie tetaplah masih berbeda dengan manusia kebanyakan. Di dunia kasus Craniofacial jarang terjadi. Setidaknya hanya 7 persen kejadiannya di setiap kelahiran. Tak heran jika, seseorang yang mengalaminya akan terlihat berbeda.

© pagingsupermoon

Problem kehidupan pun mulai muncul saat Auggie mulai masuk usia sekolah. Selama ini ia diajari sendiri oleh ibunya di rumah, seperti home-schooling. Bahkan, demi fokus menemani dan membesarkan Auggie, Isabel sampai rela menunda tesisnya. Namun, Isabel tetap gigih ingin Auggie tumbuh normal, memiliki banyak teman serta bergaul seperti anak kebanyakan. Ia pun membujuk Nate, untuk memasukkan Auggie ke sekolah biasa.

Seperti dugaannya, Auggie merasa cemas melihat orang-orang baru. Terlebih ekspresi anak-anak selalu jelas terlihat saat melihat wajah murid baru yang cukup aneh. Ada yang menganga, ada yang menutup mulut, juga tak sedikit yang berkata kasar. Paling kasihan, tentu saja saat siapapun yang berpapasan dengan Auggie akan dianggap terkena wabah. Sebuah rundungan yang sebenarnya acap terjadi di kehidupan sekolah dasar, termasuk di Indonesia.

Namun di luar dugaan, Auggie bukanlah anak yang mudah putus asa. Ia yakin perbedaan dalam dirinya adalah sesuatu yang spesial. Auggie percaya jika sesungguhnya dia sama saja dengan anak lainnya. Dia suka bermain di taman, menggemari Star Wars, punya mimpi jadi astronot, bahkan Auggie sangat pintar dalam pelajaran sains.

© mrmovieblog

Rasa khawatir Auggie pun perlahan mulai berkurang saat ia akhirnya menemukan sahabat, yaitu Jack Will (Noah Jupe). Tak disangka teman baru tersebut punya hobi serupa, seperti bermain Minecraft. Meski begitu, masalah tak lantas hilang begitu saja. Mental Auggie boleh membaik, tetapi kini giliran Via (Izabela Vidovic) yang tak lain kakak perempuan Auggie, yang merasa krisis kasih sayang terutama dari ibunya.

Wonder diangkat dari sebuah novel karya RJ Palacio dengan judul seerupa. Film garapan Stephen Chbosky bersama Steve Conrad sebagai penulis naskahnya ini, hadir dalam beberapa sudut pandang dalam menghadapi satu situasi yang sama. Inilah yang membuat film ini punya ‘cita rasa’ lebih kaya. Tak sekadar mengangkat drama keluarga, tetapi persahabatan juga nilai moral yang tinggi, seperti tenggang rasa, turut disajikan secara sempurna.

Nyaris tak ada adegan yang dipaksakan. Semua berjalan secara natural. Bagaimana cara memperlakukan orang lain yang kurang beruntung, menghargai sebuah perbedaan, juga kesadaran menolong sesama, membuat siapapun wajib menonton film Wonder. Setidaknya sekali seumur hidup.

Read More

Editor's Pick

Comment

Latest News