1. HOME
  2.   »  
  3. FOTO
  4.   »  
  5. ENTERTAINMENT

Manis Getirnya Hidup Evelyn Nesbit, Supermodel Pertama di Dunia

Mia Vita Della | 28 Mei 2016 19:00
Hidupnya dipenuhi peristiwa, dari kemiskinan akut hingga puncak ketenarannya yang membawanya terlibat kasus pembunuhan.

Muvila.com – Dua tahun terakhir ini, Indonesia boleh merasa bangga dengan prestasi para modelnya di kancah internasional. Sebab, model-model Indonesia di ajang kompetisi model top se-Asia, Asia's Next Top Model, berhasil masuk ke jajaran tiga besar selama dua tahun berturut-turut. Prestasi Ayu Gani di musim tahun lalu berhasil diikuti model Patricia Gunawan yang masuk top 3 di AsTNM tahun ini. Mereka bakal menjadi supermodel Indonesia.

Untuk menjadi supermodel, bukan hanya ditentukan oleh kecantikan maupun ketenarannya, tapi juga harus mewakili keseluruhan tanda di era tersebut. Supermodel menyediakan semacam potret sebuah momen sejarah, karena ia merupakan salah satu representasi dari kebudayaan saat itu.

Setiap dekade, mengutip BBC, memiliki supermodelnya sendiri. Mulai dari genit dengan rok pendek, ikon model 1960-an yang bebas seperti Jean Shrimpton dan Twiggy hingga Cara Delevigne yang unik saat ini. Pohon generasi supermodel ini bisa dilacak lebih jauh lagi hingga ke awal ke-20, yaknu masa kepopuleran seorang supermodel pertama dunia.

Ia adalah Evelyn Nesbit, model jangkung dengan rambut warna tembaga dari Philadelphia. Saat itu, ia menjadi artis yang paling diburu dan model busana Amerika pada masa pra-industrial.

Sekelumit kisah Evelyn Nesbit bisa disimak lewat galeri fotonya di bawah ini.

PREV
1/9
NEXT

DIHIMPIT KEMISKINAN

Florence Evelyn Nesbit lahir pada 25 Desember 1884 di Tarentum, Pennsylvania, Amerika Serikat. Ia berasal dari keluarga yang sederhana dengan latar belakang Skotlandia-Irlandia. Sesudah ayahnya meninggal dengan setumpuk utang, ibunya berjuang untuk menopang kehidupan keluarga. Era itu merupakan masa ketika satu kaki kebudayaan masih berada di era Victoria yang menjunjung tinggi moral dan kaki lainnya berada di era 1920-an yang penuh dengan kebebasan.

Hak Cipta : dailymail

Read More

Editor's Pick

Comment

Latest Photo News