1. HOME
  2.   »  
  3. TV
  4.   »  
  5. ARTIKEL TV

Asia's Next Top Model 3: Pembuktian Ayu Gani dengan Postur Mungilnya

Mahardi Eka | 18 Juni 2015 09:00
Copyright: sumber: Star World
Perjalanan Gani dalam kompetisi satu ini tidak selalu beriring pujian dari juri. Gani yang bertubuh mungil ini sebelumnya dipandang tak punya kans besar untuk menjadi pemenang Asia's Next Top Model.

Muvila.com – "I will do my best to be on top. No matther how hard it is. Nothing can stop me for being Asian Next Top Model". Kalimat itu meluncur dari Ayu Gani, salah seorang kontestan Asia's Next Top Model (selanjutnya disingkat ASNTM) asal Indonesia dalam sebuah video profile. Gani saat itu belum tahu bahwa ialah yang akan menjadi juara kontes bakat modelling tingkat Asia ini.

Model kelahiran 1992 tersebut dinilai juri sebagai yang terbaik dari 14 kontestan Asia's Next Top Model yang berasal dari berbagai negara seperti Singapura, Malaysia, Jepang, Vietnam, sampai Filipina. Gani berhasil mengungguli kedua pesain terdekatnya, Aimee Rose Cheng Bradshaw (Singapura) dan Marlena Monika Sta Maria (Filipina) di babak akhir.

Dari awal kompetisi, penggemar Karlie Kloss ini berhasil meraih empat foto terbaik termasuk di antaranya pada babak final ketika Gani harus mengenakan adibusana (couture). Salah satu kemenangannya itu menjadikan Gani sebagai wajah baru situs jual beli online, Zalora. Pose-pose Gani dan kemauan kerasnya untuk mewujudkan visi fotografer di setiap pemotretan adalah kekuatan Gani dibanding para kontestan lainnya. Salah satu juri, Alex Perry menyebut Gani sebagai sosok yang punya determinasi tinggi.

"Setiap dia datang ke pemotretan, ia selalu siap untuk beraksi," puji Alex Perry. Mengenai penampilannya pun, Gani mendapat catatan tersendiri dari Georgina Wilson, host sekaligus juri Asia's Next Top Model Cycle 3. Menurutnya wajah Gani adalah tipe-tipe wajah simestris yang diidamkan wanita mana pun yang berprofesi sebagai model. "Ada ketegaran dan kekuatan yang terkandung di wajahnya. Dan dia tahu persis seperti apa cara untuk mempertegasnya," tutur Georgina. Menurut Joey Mead King, salah satu juri lainnya, Gani sudah siap untuk memasuki dunia modelling sebab ia sudah memiliki materi yang diperlukan.

Namun perjalanan Gani dalam kompetisi satu ini tidak selalu beriring pujian dari juri. Gani yang punya fitur tubuh mungil ini sebelumnya dipandang tak punya kans besar untuk menjadi pemenang Asia's Next Top Model. Pasalnya, ketika memenangkan ajang ini, siapa pun modelnya, akan bekerjasama dengan agensi internasional dalam banyak pemotretan. Tinggi Gani yang 173 cm boleh dikatakan pendek jika harus bersaing dengan model dari Eropa dan Amerika.

Masalah tinggi badan telah lama menjadi polemik dalam industri modelling. Perbedaan satu cm saja bisa menjadi problem serius. Industri fashion, utamanya yang dipandang sebagai barometer, seperti industri mode di AS dan Eropa punya standar yang ketat terkait dengan tinggi badan ini. Hal itulah yang dikhawatirkan Kenneth bila nantinya Gani terjun ke industri mode yang demikian. Adapun demikian, juri Joey Mead King yang tercatat paling sering memberi dukungan kepada Gani selalu menekankan bahwa permasalahan tinggi badan bisa diatasi.

"Joey selalu optimistis dan bilang, 'Hei Kate Moss' yang tingginya 172 cm saja bisa sukses, kamu lebih tinggi dari dia 1 cm lho'. Saya jadi kembali percaya diri," cerita Gani kepada Tabloid Bintang. Memang benar bahwa dalam industri mode AS, ada beberapa model yang bisa merengkuh sukses meski tinggi badan mereka terhitung lebih pendek dari model kebanyakan. Mereka di antaranya Kate Moss, Cara Delevigne, dan Devon Aoki.

Salah satu akar franchise ini, America's Next Top Model yang digagas Tyra Bank juga pernah mendobrak stigma model harus bertubuh tinggi lewat cycle khusus. Pada cycle tersebut, Tyra dan tim hanya mengaudisi para model bertubuh pendek, yang disebut model 'petite'. Seri ini memperlihatkan keempatbelas kontestan bertubuh mungil saling berkompetisi menjadi America's Next Top Model. Nicole Fox dari Colorado lah yang akhirnya keluar menjadi juara. Nicole perlu dicatat mempunyai tinggi 170 cm.

Catatan lain yang diberikan juri untuk Gani adalah ia dipandang punya tubuh kurang berisi. Hal ini terungkap setelah melakukan pemotretan sampul majalah Harper Bazaar dalam episode ke-12 ASNTM. Meski fotonya terpilih menjadi yang terbaik pada babak itu, Kenneth Goh yang menjadi salah satu juri memberi perhatian khusus untuk Gani. Di mata editor-in-chief Harper's Bazaar Singapura ini, Gani harus mengupayakan terlihat lebih berisi dibanding sekarang. "Dia harus berupaya keras terlebih dia tahu faktanya bahwa tubuhnya punya struktur yang kecil," ujar Kenneth dalam sesi penjurian.

Dengan tekanan semacam itu, serta tantangan yang ada di depan, toh akhirnya Gani dengan determinasinya berhasil menjadi juara kompetisi. Sebelum namanya dibacakan sebagai pemenang, Gani merangkum perjuangannya selama kompetisi dengan kalimat lugas, "Aku sangat gembira. Aku telah membuktikan kepada semua orang yang meragukanku. Bahwa aku bukan model yang bagus karena tinggi badanku. Mereka semua salah".

Well, Gani pantas mendapatkan gelar juara dalam kompetisi ini. Ia dengan determinasinya mampu menutupi kekurangan yang ia miliki. Foto-fotonya yang ia hasilkan setiap babak menjadi buktinya. Congratulation Gani.

Read More

Editor's Pick

Comment

Latest News