1. HOME
  2.   »  
  3. TV
  4.   »  
  5. ARTIKEL TV

Marissa Anita: Generasi Muda Akan Tuntut Kualitas Tayangan TV

Reino Ezra | 26 Februari 2016 10:30
Penyiar dan jurnalis NET. ini anggap berkembangnya platform digital jadi tantangan yang baik bagi industri televisi.

Muvila.com – Beberapa tahun belakangan kanal televisi di Indonesia semakin banyak. Namun di saat bersamaan pula, platform digital semakin berkembang dan diminati banyak orang. Hadirnya platform video di media sosial, seperti YouTube, Facebook, Instagram, atau layanan streaming membuat para pemirsa Indonesia, bisa mendapatkan tayangan-tayangan yang tidak bisa didapat di TV lokal. Sebagai salah satu insan pertelevisian yang aktif saat ini, Marissa Anita menganggap bahwa mulai maraknya platform digital justru akan baik bagi industri TV.

"Menurut saya ini menjadi challenge yang bagus. Dengan adanya globalisasi, otomatis orang Indonesia punya akses ke segala macam acara dari seluruh dunia. Nah, anak-anak yang sudah terpapar hal-hal ini pasti punya selera yang berbeda, harapannya mereka akan demand kualitas. Karena sudah lihat TV lokal kualitasnya begini, lalu lebih pilih acara luar yang menurutnya lebih bagus. Lama-lama TV lokal ini akan kehilangan pasar karena selera masyarakat terutama dari generasi muda berubah, karena mereka akan menuntut kualitas," ucap Marissa saat diwawancara Muvila pekan lalu.

Salah satu pembawa acara Indonesia Morning Show di saluran NET. ini tidak menampik bahwa industri media, termasuk TV memang hidup dari rating yang mendatangkan iklan dan penghasilan bagi TV. Hal ini pula yang membuat TV mulai terjebak dalam membuat tayangan-tayangan yang hanya mencari rating tanpa memikirkan kualitas. Namun, Marissa mengaku percaya bahwa kualitas tayangan tetap dibutuhkan, dan TV sekarang harus mulai bertindak untuk membuat tayangan yang menarik tapi tidak membodohi, apalagi saat masyarakat punya kuasa untuk memilih tayangan di luar TV.

"Kalau pernah nonton film Morning Glory, itu exactly like that. Tokohnya Harrison Ford bilang 'Kita harus makan gandum!' Tapi tokohnya Rachel McAdams bilang, 'Kita juga sesekali harus makan yang manis kayak donat gandum ini.' Nah itu, harus diambil jalan tengahnya. Jangan dikasih gula melulu, nanti masyarakat jadi bodoh atau gembrot. Tapi juga jangan dikasih gandum terus, karena dengan globalisasi, semua orang punya akses ke sesuatu yang lebih menarik, akhirnya lupa dan jadi old style yang membosankan. We don't want that either," ujar wanita yang juga berprofesi sebagai aktris teater dan film ini.

Foto: Ivan Marlianto

Read More

Editor's Pick

Comment

Latest News