1. HOME
  2.   »  
  3. TV
  4.   »  
  5. ARTIKEL TV

FTV Nyanyian Musim Hujan, Siap Sedia di Kala Hujan

Muhammad Rizal Fikri | 22 November 2015 10:00
Copyright: Miles Films
FTV produksi Miles Films ini masuk nominasi Festival Film Indonesia (FFI) 2015 kategori Film Televisi Terbaik.

Muvila.com – Akhir tahun di Indonesia adalah waktunya musim hujan. Hal ini mau tak mau mengubah cara kita untuk menjalani aktivitas sehari-hari, salah satu contohnya adalah siap sedia jas hujan. Namun, beda daerah pasti beda cara dalam menghadapi musim hujan, apalagi bagi masyarakat yang tinggal di daerah rawan banjir. Mereka pasti punya cara khusus untuk menghadapi musim hujan yang kini telah datang.

Cara khusus ini digambarkan dalam film televisi (FTV) berjudul Nyanyian Musim Hujan. FTV ini ada berkat kerja sama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Pemerintah Australia, Palang Merah Indonesia (PMI), Palang Merang Australia, dan Miles Films.

Nyanyian Musim Hujan mengisahkan tentang kehidupan masyarakat di sebuah kampung di Jakarta yang terletak di zona aliran sungai. Kampung ini langganan terkena banjir tahunan jika musim hujan tiba. Nyanyian Musim Hujan membangun ceritanya dari berbagai sudut pandang karakternya yang banyak. Semuanya menggambarkan sebuah jalinan konflik dalam komunitas warga yang tinggal di daerah rawan banjir.

Ceritanya dimulai pada suatu hari di Jakarta di mana hujan lebat telah turun sejak hari sebelumnya dan belum juga reda di pagi hari. Wahyu (Irgi Fahrezi), petugas BNPB, memulai harinya dengan kesibukan yang padat. Di sisi lain, ada Fauzi (Muhadkly Acho), supir yang bertugas mengantarkan Amarasi (Kawai Labiba), putri Wahyu, ke sekolah. Fauzi sendiri sudah memulai harinya dengan sikap siaga banjir, beberapa barang di rumahnya dia pindahkan ke loteng. Sri (Ayusitha) istri Fauzi, tetap tinggal di rumah dalam keadaan hamil tua.

Karenanya kampung rawan banjir, para warganya ternyata sudah mencanangkan gerakan siaga banjir. Dimulai dari Pak Ramon (Susilo Adinegoro) yang bergegas mengecek pintu air. Proses pengecekan pintu air sempat tersendat karena ada Nurdin (Wawan Chenut) yang mengancam siapa pun yang akan membuka pintu air. Nurdin berpandangan bahwa kampungnya selalu terkena banjir akibat pintu air dibuka untuk menyelamatkan warga kaya yang tinggal di kompleks sebelah.

Di sisi lain, Amarasi menemukan masalah yang tak kalah krusial di dekat sekolahnya. Retakan-retakan kecil sudah mulai muncul di area pedagang kaki lima yang ada di depan sekolahnya. Amarasi, yang khawatir bahwa kondisi itu merupakan tanda akan terjadinya bencana longsor, kemudian berkonsultasi dengan BNPB mengenai langkah yang harus diambil.

Film televisi Nyanyian Musim Hujan disutradarai oleh Riri Riza. Mengangkat cerita tentang hujan dan banjir, mau tak mau Riri dan produser Mira Lesmana harus membuat banjir dan hujan buatan. "Tantangan di film ini karena kita harus ciptakan hujan terus-menerus, sedangkan pas syuting belum musim hujan. Jadi kita bikin studio yang sangat besar dan ciptakan banjir," beber Mira.

Selain itu, Adinia Wirasti, yang berperan sebagai Dira, istri Wahyu, juga kagum dengan produksi FTV ini. "You'll be surprised kalau melihat set yang dibikin mas Riri. Karena set-nya harus terlihat banjir, dia benar-benar bangun rumah yang kena banjir di kolam besar gitu di set," ujar Adinia saat ditemui Muvila pada Januari lalu.

FTV ini termasuk spesial karena masuk dalam nominasi Festival Film Indonesia 2015 kategori Film Televisi Terbaik. Memang Nyanyian Musim Hujan sudah pernah ditayangkan di stasiun televisi Februari lalu. Tetapi untuk Muvilaz yang belum sempat menyaksikannya, tak perlu berkecil hati. BNPB melalui saluran YouTube-nya telah mengunggah FTV ini dan bisa ditonton secara gratis di bawah.

Read More

Editor's Pick

Comment

Latest News