1. HOME
  2.   »  
  3. TV
  4.   »  
  5. ARTIKEL TV

Program Religi Trans TV Dapat Sorotan Tajam KPI

Mia Vita Della | 18 Mei 2016 18:00
KPI menilai muatan program Ramadan sering kali dipenuhi hal-hal yang sia-sia.

Muvila.com – Sebagai lembaga pengawas penyiaran televisi Indonesia, Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) mencatat Trans TV memiliki beberapa program TV yang bermasalah, salah satunya adalah program religinya. Acap kali, KPI mendapati program religi Trans TV, seperti Mozaik Islam dan Berita Islami memicu kontroversi di kalangan umat beragama.

Maka dari itu, dalam acara Evaluasi Dengar Pendapat (EDP) perpanjangan Izin Penyelenggaraan Penyiaran (IPP) di kantor KPI DKI Jakarta pada 13 Mei lalu, KPI menyarankan agar program siaran agama sebaiknya tidak mengambil tema khilafiyah untuk menghindari kegaduhan dalam masyarakat. Seperti yang diketahui, lembaga penyiaran harus menjalankan fungsinya sebagai kontrol dan perekat sosial. 

Catatan tentang program religi ini juga disampaikan oleh komisioner KPI DKI Jakarta Muhammad Sulhi. Ia menegaskan bahwa program agama yang disiarkan di televisi haruslah aman untuk dikonsumsi publik. Apalagi, tayangan yang disuguhkan selama bulan Ramadan, di mana umat muslim khusyuk beribadah.

Wakil Ketua Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Pusat Idy Muzayyad mengatakan, program bulan Ramadan kerap kali dipenuhi hal-hal yang sia-sia. Misalnya, canda dan lawakan yang berlebihan. Seharusnya, kata dia, program Ramadan di televisi bisa menumbuhkan semangat Ramadan yang penuh kesyahduan dan kekhusyukan.

Hal lain yang juga menjadi evaluasi untuk Trans TV, menurut Idy, adalah program infotainment. “Kita punya mimpi agar infotainment kembali kepada khittah-nya (jalannya, red) yang menghibur tapi tidak berisi gosip murahan, selingkuhan atau konflik rumah tangga,” tegasnya. 

Setelah semua evaluasi disampaikan, KPI pun berharap ke depannya agar pihak Trans TV dapat membuat program acara yang lebih baik sesuai aturan dan memperhatikan nilai-nilai yang dianut masyarakat, khususnya program religi.

Dalam kesempatan tersebut, sebagai pemohon perpanjangan IPP, Trans TV yang diwakilkan Komisaris Ishadi SK dan Direktur Utama Atiek Nur Wahyuni telah menanggapi sejumlah evaluasi dari KPI tersebut.

Ishadi menyampaikan bahwa periode 10 tahun ke belakang yang dijalani Trans TV serta permasalahan dunia penyiaran memang semakin kompleks. Ishadi juga menjelaskan soal dilema implementasi konten lokal. Namun demikian, menurut Atiek, pihaknya akan berusaha meningkatkan kualitas siaran dari televisi yang dipimpinnya. 

Read More

Editor's Pick

Comment

Latest News